PHRI Buleleng Soroti Peran Masyarakat Kelola Sampah
- 06 Feb 2026 10:52 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Persoalan sampah di Bali dinilai tidak cukup ditangani lewat aksi bersih destinasi semata, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat di sumbernya. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Buleleng menekankan peran warga menjadi faktor penentu menjaga citra pariwisata tetap positif.
Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa, mengatakan pelaku usaha pariwisata selama ini sudah rutin melakukan pembersihan kawasan pesisir dan telajakan di sekitar area usaha. Namun, sampah kiriman dan kebiasaan membuang sampah sembarangan di ruang publik masih kerap ditemukan.
“Sampah ini tidak bisa dibebankan hanya ke dinas atau pelaku pariwisata. Dari sumbernya, dari rumah tangga, itu harus beres. Kalau tidak, akan terus berulang,” ujarnya.
Menurutnya, wisatawan umumnya dapat memahami kondisi saat pelaku usaha cepat melakukan penanganan. Meski begitu, kebersihan destinasi tidak bisa hanya bergantung pada hotel dan restoran yang berada di tepi pantai.
“Hotel bersih, tapi 20 meter di luar itu kotor, kesan yang ditangkap wisatawan tetap jelek. Jadi tanggung jawabnya harus bersama,” kata Suardipa.
PHRI Buleleng mendorong penguatan pemilahan sampah, penyediaan sarana tempat buang sampah, serta pengurangan plastik sekali pakai di kawasan wisata dan permukiman. Edukasi juga dinilai perlu diperluas hingga ke sekolah.
Bidang Lingkungan PHRI Buleleng, Ngurah Yuliarta, menambahkan pihaknya secara rutin melakukan edukasi dan aksi bersih destinasi saat musim hujan dan angin barat di sejumlah titik wisata Bali Utara.
“Kami setiap tahun sudah ada program kebersihan dan turun langsung ke destinasi. Tapi tanpa perubahan perilaku masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.
PHRI berharap kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha dapat menekan persoalan sampah sehingga tidak menjadi ancaman bagi keberlanjutan pariwisata Bali.