Melestarikan Budaya, Komunitas Meriam Karbit Sungai Durian Bersiap
- 10 Mar 2026 01:05 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Suasana semarak menyambut malam takbiran Idul Fitri 1447 H terlihat di Jalan Cik Ditiro RT 11 RW 03, Kapuas Kanan Hulu, Sungai Durian, Kabupaten Sintang, pada Senin, 9 Maret 2026. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Meriam Karbit Sungai Durian terlihat sibuk mempersiapkan meriam karbit untuk dimainkan menjelang malam takbiran. Aktivitas ini menjadi rutinitas tahunan yang selalu dinanti masyarakat setempat sebagai bagian dari tradisi Melayu.
Sebanyak 30 pemuda bekerja hingga malam secara bergiliran mengecat meriam karbit dengan berbagai motif warna-warni agar tampak indah saat ditembak. Pada tahun ini, komunitas menyiapkan delapan meriam dari drum serta dua meriam yang tertanam di dalam tanah. Kegiatan ini tidak hanya menekankan kreativitas, tetapi juga mengedepankan kekompakan antar anggota komunitas.
Ketua Komunitas Meriam Karbit Sungai Durian Adi Piyo mengatakan bahwa kendala terbesar saat ini adalah pendanaan. “Hambatan kita masih susah nyari sponsor atau dana. Seandainya duit masih kurang, kita sampai patungan untuk tambahan, padahal kita melestarikan budaya tradisi Melayu”. Katanya. Ia menekankan bahwa usaha mereka murni untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal.
Adi Piyo juga berharap pemerintah daerah Kabupaten Sintang dapat memberikan dukungan, minimal berupa sumbangan material seperti batu karbit. “Tolong untuk pemerintah bantu lah setiap tim meriam di Kota Sintang setidaknya nyumbang batu karbit saja. Kita tim-tim meriam ini sudah senang”. Ucapnya. Dukungan ini dianggap penting agar tradisi menembak meriam karbit tetap lestari di tengah perubahan zaman.
Menembak meriam karbit merupakan salah satu budaya khas masyarakat Melayu Kabupaten Sintang, khususnya di kawasan bantaran sungai. Tradisi ini selalu digelar menjelang malam takbiran dan mampu menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang sarat dengan nilai sejarah dan kebersamaan masyarakat. (RMD)