Motor Plat Biru dari Perbatasan

  • 21 Okt 2025 15:45 WIB
  •  Sintang

KBRN, Sintang: Atmosfir terasa mulai riuh membelah pagi, besi dan obeng terdengar gemerincing beradu dengan lantai beton. Suasana ini menjadi pemandangan rutin setiap hari di bengkel motor sekolah Menengah Kejuarauan SMK Negeri 1 Sintang Kalimantan Barat.

Beberapa siswa SMK dengan seragam praktik tampak sibuk membongkar mesin sepeda motor. Tangan mereka yang berlumur oli bergerak cekatan, para anak anak muda itu menunjukkan keseriusan semangat belajar yang tinggi.

Udara bengkel dipenuhi aroma khas oli, bensin, dan logam panas—suatu aroma yang bagi mereka justru menjadi adrenalin yang memompa semangat dan cita-cita untuk menjadi mekanik handal. Mereka anak anak yang dilahirkan di daerah pedalaman perbatasan.

“Kita anak-anak Perbatasan dan Pedalaman tidak boleh kalah dengan anak anak di Jawa, kita tidak boleh berhenti belajar dan berinovasi, kita tidak boleh puas dengan keterampilan menjadi mekanik di bengkel, namun harus menemukan sesuatu yang baru dan berkelanjutan,” Begitu Sukardi, guru pembimbing kelas otomotif bengkel ini memompa semangat anak-anak setiap harinya.

Tiga tahun terakhir sekolah ini mendapatkan kepercayaan unuk mengelola bengkel motor dari PT Astra. Alih teknologi dan Inovasi ditanamkan pada sekitar 2000 siswa di sini.

Sebagai sekolah unggulan di Sintang Para guru dan murid SMK Negeri 1 Sintang ini mendapatkan challenge dari PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat (UID Kalbar),untuk melakukan konversi motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

“ Ini tantangan menarik, kami diberikan dana pertama dari PLN 40 juta rupiah dan berhasil mengkonversi 3 motor dan menjadi motor listrik pertama yang kami beri nama GEMAR singkatan dari Generasi Merdeka Belajar,” ujar Sukardi.

Tantangan ini berlanjut ke kendaraan roda 4, hanya dalam waktu sebulan berhasil mengkonversi mobil bensin menjadi mobil listrik.

“ Bengkel ini bantuan PLN,” tambah Sukardi sambil membawa kami ke beberapa blok bengkel.

Tidak berhenti disitu, Sukardi menyebut, PLN telah mempercayakan pada SMK Negeri 1 Sintang untuk meningkatkan jumlah konversi kendaraan masyarakat dengan target 17 unit sepeda motor .

“Untuk mengkonversi motor bensin menjadi motor Listrik diperukan dana sekitar 17 juta rupiah, namun setelah dikonversi akan terjadi penghematan oprasional yang cukup besar bila dibandingkan harus membeli BBM secara berkala, motor ini nantinya digunakan dengan plat biru, seluruh persyaratan dan surat-suratnya diurus langsung di Samsat dengan melakukan mutasi dari plat hitam menjadi plat biru,” Sukardi menunjuk bebeberapa motor yang telah selesai dikonversi.

Egi, Siswa Alumnus SMK Negeri 1 Sintang menyatakan beberapa kelebihan motor konversi ini terutama biaya pemeliharaan yang murah dan ramah lingkungan.

“Saya siswa pertama yang terlibat dalam program konversi motor listrik ini, menyenangkan, karena sampai saat ini tidak ada kendala dalam penggunaan motor listrik, pemeliharaanya murah hanya perlu kontrol oli gardan, tidak memerlukan ganti oli mesin setiap bulan, tidak perlu BBM pokoknya asik aja,” ungkap Egi.

Terpisah, Kepala SMK Negeri 1 Sintang, Poeryanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN terhadap dunia pendidikan. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi bersih sekaligus mendorong inovasi di dunia pendidikan.

“Bantuan ini penting, Subsidi Konversi Hijau untuk masa depan Sintang. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PLN atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Ini adalah bentuk nyata perhatian terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan inovasi konversi motor konvensional menjadi motor listrik,” kata Poeryanto.

“Bantuan ini mencakup sertifikasi pelatihan, subsidi konversi motor, serta penyediaan peralatan pendukung. Harapan kami, program ini telah memberi manfaat yang luas bagi siswa kami,” ungkapnya.

Poeryanto menyatakan SMKN 1 Sintang adalah salah satu SMK Pusat Keunggulan, yang merupakan implementasi program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Bentuk program ini berupa pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu. Pengembangannya diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri, serta dunia kerja,” tambahnya.

Motor listrik GEMAR ini salah satu produk unggulan yang dikembangkan oleh Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM). GEMAR dikembangkan untuk mengenalkan dan membiasakan masyarakat dengan kendaraan ramah lingkungan.

Penyaluran Bantuan ini diterima secara simbolis oleh Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Menurut Bala, kemampuan siswa dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan seperti konversi motor listrik merupakan wujud nyata dari pendidikan vokasi yang berorientasi pada solusi masa depan.

“Saya berharap program seperti ini terus didukung dan dikembangkan, agar generasi muda di Sintang mampu bersaing di bidang teknologi dan energi terbarukan,” kata Bupati Sintang.

“Kami mengapresiasi langkah PLN yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Sintang. Semoga SMK Negeri 1 Sintang dapat menjadi motor penggerak dalam mewujudkan energi hijau di Sintang,” ujar Bupati

Lebih lanjut Dia menyampaikan kepada masyarakat “Kita jangan hanya mengujat PLN disaat padam listrik saja, tapi kita juga harus memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi pula untuk kepedulian PLN kepada kepada masyarakat,“ kata Bupati.

Senior Manager Niaga dan Manajemen pelanggan PT. PLN Unit Induk Distribusi Kalbar Albert Safaria mengatakan program subsidi konversi hijau ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon di daerah.

“Melalui kerja sama dengan sekolah kejuruan, kami juga ingin mendorong semangat inovasi serta memperluas pemahaman masyarakat terhadap manfaat kendaraan listrik,” kata Albert Safaria.

Albert Safaria menambahkan, PLN berharap melalui kolaborasi ini dapat menumbuhkan semangat inovasi dan kesadaran akan pentingnya transisi energi, serta memperkuat peran institusi pendidikan dalam mendorong terciptanya masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (fik)

Rekomendasi Berita