Kerusakan Gigi Berawal dari Lubang Kecil yang Sering Diabaikan

  • 13 Mar 2026 13:29 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Dalam dialog Indonesia Sehat pada Jumat, 13 Maret 2026 di Pro 1 RRI Sintang, drg. Syarifah Zahara menjelaskan bahwa kerusakan gigi umumnya berawal sejak masa anak-anak akibat kurangnya kebersihan dan kurangnya kesadaran dalam menjaga kesehatan mulut.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan lubang kecil pada gigi yang awalnya terlihat seperti titik hitam. Jika dibiarkan, lubang tersebut akan semakin membesar dan akhirnya menimbulkan berbagai masalah pada mulut, seperti bau mulut, gigi pecah, hingga harus dilakukan pencabutan gigi.

drg. Syarifah Zahara juga menjelaskan bahwa pada tahap awal kerusakan gigi biasanya tidak menimbulkan rasa apa pun, sehingga sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. Dengan pemeriksaan rutin tersebut, dokter gigi dapat melihat apakah ada indikasi karies dan menilai apakah kerusakan gigi tersebut berpotensi membesar atau tidak.

BACA JUGA : Kebutuhan Perawatan Gigi Tinggi di Puskesmas Tanjung Puri

Ia juga menegaskan bahwa makanan manis dapat memicu kerusakan gigi lebih cepat, terutama pada anak-anak. “Permen dan cokelat itu jahat sekali untuk anak-anak,” ujarnya.

Menurut drg. Syarifah Zahara, gigi yang rusak harus dicabut apabila sudah tinggal sisa akar dan menimbulkan infeksi yang besar, misalnya sampai menyebabkan pembengkakan di area rahang, bawah dagu, atau bahkan hingga ke leher karena kondisi tersebut dapat membahayakan kesehatan. “Dilihat dari diagnosis, hasil pemeriksaan, dan keluhan pasien juga,” kata drg. Syarifah Zahara.

Ia juga menjelaskan bahwa bagi penderita diabetes, pencabutan gigi dapat dilakukan jika kadar gula darah terkontrol. Namun jika gula darah tinggi dan tidak terkontrol, pencabutan gigi tidak dianjurkan. “Bagi penderita diabetes, ketika giginya masih bisa dipertahankan misalnya kegoyangannya tidak terlalu parah dan bengkaknya hanya di sekitar gusi dan gigi, itu masih bisa dipertahankan,” ujar drg. Syarifah Zahara.

Di akhir dialog, drg. Syarifah Zahara menegaskan bahwa jika akar gigi sudah rusak dan gigi sudah goyang maka harus dicabut. Namun apabila akar gigi masih kuat, gigi tersebut masih dapat dipertahankan.

BACA JUGA : Cara Alami Mengobati Sakit Gigi

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi sebaiknya dilakukan sekitar 30 menit setelah makan agar kadar asam di dalam mulut menurun terlebih dahulu. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali dan tidak menunggu sampai terasa sakit.

“Apabila gigi sudah mengalami infeksi atau kerusakan parah, sebaiknya segera datang ke dokter gigi untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Rekomendasi Berita