Tingkatkan Wisatawan, Pelaku Usaha Wisata Raja-Ampat Lakukan Ini
- 16 Jul 2025 19:28 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong: Raja Ampat sudah menjadi Destinasi Pariwisata kelas dunia. Namun selama kurun waktu lebih dari 20 tahun masyarakat Raja Ampat belum merasakan dampak signifikan dari sisi ekonomi.
Menjawab hal itu, Muhammad Jabir Soltief pelaku pariwisata ingin agar kunjungan wisatawan bisa meningkat secara signifikan. Sebab akses masuk ke Raja Ampat selama ini hanya melalui Kota Sorong.
"Akses masih menjadi masalah utama, sehingga masyarakat belum merasakan manfaat dari Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia, " ujar Jabir Soltief di Kota Sorong, Rabu (16/7/2025).
Jabir Soltief menjelaskan, jumlah wistaawan dari Asean, Asia, Amerika, Eropa dan Afrika yang melalui Bali berjumlah sekitar 6 juta 333 ribu lebih orang. Lalu yang masuk melalui Manado sebanyak 47.360 orang, dan yang ke Raja Ampat hanya 30.000 lebih wisatawan asing di tahun 2024.
Menurutnya, secara logika, jika satu pintu masuk saja sudah bisa mencapai 30.000 wisatawan asing. Maka bila ada tiga pintu masuk, tentu jumlah wisatawan asing akan meningkat 2 sampai 3 kali lipat.
"Logika sederhana begini. Jika melalui satu pintu masuk bisa capai 30.000 wisatawan, maka kalau dua atau tiga pintu masuk, maka jumlah wisatawan asing akan meningkat hingga 3 kali lipat, demikian pula wisatawan domestik atau Nusantara pun makin bertambah pula, " ucap Jabir Soltief.
Selama ini pintu masuk ke Spot Wisata Raja Ampat hanya melalui Kota Sorong, maka sebagai pelaku pariwisata ingin agar pintu masuk bisa dibuka menuju spot wisata di Raja Ampat melalui Maluku dan Maluku Utara.
"Untuk itu kami akan melobi Gubernur Maluku Utara dan Gubernur Maluku untuk bisa membuka port stay agar masuk langsung ke spot - spot pariwisata di Raja Ampat, " kata Jabir Soltief.
Bila wisatawan meningkat, lanjut Jabir Soltief, maka penghasilan pelaku usaha yang memiliki home stay pun bisa meningkat, dan berdampak pada ekonomi masyarakat.
Menurutnya, posisi Maluku dan Maluku Utara pun sangat startegis dan bisa masuki ke spot patiwisata baik di Misool maupun Waigeo.
"Kalau dari Maluku Utara itu, pintu masuk yang lebih dekat berada di Halmahera. Dari Halmahera ke Misool cuma 2 jam mengunakan speed dengan motor 40 PK, sedangkan dari Sorong ke Misool memakan waktu sekitar 4 sampai 5 jam, " kata Jabir Soltief.
Kalau dari Provinsi Maluku, sambung dia, pintu masuk bisa dari Bula di Kabupaten Seram Bagian Timur. Karena di Maluku ada daerah wisata yang terkenal seperti Banda, Ambon dan Pantai Ora.
"Karena banyak pula Wisatawan Mancanegara yang masuk ke Banda dan Ambon. Dan bisanya mereka dari Banda ke Ambon lalu ke Pantai Ora di Kabupaten Maluku Tengah kemudian ke Bula di Kabupaten SBT. Nah dari Bula ke Misool itu cuma 2 jam saja. Biasa setiap mau lebaran haji, masyarakat Misool pergi ke Bula beli sapi. Itu mereka bawa sapi dari Bula dengan mengunakan speedboat dengan motor 40 PK cuma 2 jam saja, " ucapnya.