Komisi II DPR-PBD Minta Marina Wisata Bahari Direalisasikan
- 23 Jul 2025 09:08 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong: Komisi II DPR Papua Barat Daya meminta Projek Marina Wisata Bahari yang sedang disiapkan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya untuk segera direalisasikan paling lambat Tahun Anggaran 2026, Sebab keberadaan Marina Wisata Bahari digadang - gadang bisa menjadi sumber mata air yang terus mengalir untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat Daya.
Dukungan Komisi II DPR Papua Barat Daya tersebut disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwistaa dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo di Ruang Rapat DPR Papua Barat Daya, Selasa (22/7/2025).
Dukungan Komisi II DPR Papua Barat Daya untuk segera merealisasikan Marina Wisata Bahari di Areal Eks Pelabuhan Usaha Mina yang sekarang dikelola PT Perikanan Nusantara disampaikan oleh Ketua Komisi II DPR Papua Barat Daya, Jamaliah Tafalas.
Politisi Gerindra dari Raja Ampat ini berharap sinergitas antar OPD Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bisa terjalin dengan baik. Sebab tanpa sinergitas antar OPD tentu saja impian mewujudkan Provinsi Papua Barat Daya sebagai Provinsi terdepan di Tanah Papua dari sektor Pariwisata hanya sebatas impian saja.
"Setiap OPD baik itu Pekerjaan Umum, Perhubungan, Pendidikan, Tenaga Kerja, Kesehatan, Perijinan Terpadu, dan Dinas Lingkungan Hidup harus bisa bersinergi untuk bersama mendukung Pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan di Provinsi Papua Barat Daya demikian pula dengan instansi vertikal Kementerian yang ada di Provinsi, " ucap Jamaliah Tafalas.
Dukungan pun disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR Papua Barat Daya, Syahrullah Salaten, Anggota Dewan Marthinus Abraham Nasarany dan Anggota Dewan Lim Abdul Hosim.
Yusdi Lamatenggo yang ditemui usai RDP menyampaikan dasar pemikiran hingga munculnya projek Marina Wisata Bahari. Selain itu, Kota Sorong sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat Daya sendiri sangat strategis, sebab menjadi gerbang masuk ke Raja Ampat.
"Wisatawan datang ke Kota Sorong tujuannya, tentu saja untuk menikmati alam di Raja Ampat. Nah Marina menjadi sarana atau tempat untuk kumpul semua transportasi Pariwisata, sehingga mudah dikontrol. Dan bisa menjadi etalase UMKM. Nanti disitu ada layanan informasi keselamatan dan keamanan pelayaran ke objek wisata di Raja Ampat dan objek wisata lain di Tambrauw, Sorong Selatan, Kabupaten Sorong dan Maybrat, " kata Yusdi Lamatenggo
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terkhusus Dinas Pariwisata mendorong agar di Kota Sorong harus ada Marina Wisata Bahari, karena ratusan lebih kapal berkeliaran di wilayah persiaran Papua Barat Daya untuk berwisata.
"Ini juga menjadi sumber pendapatan asli daerah," ucapnya.
Disinggung soal dukungan projek Marina Wisata Bahari oleh Pemerintah Pusat, Yusdi Lamatenggo menyatakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat mendukung keberadaan Marina Wisata Bahari.
"Kementerian Pariwisata sangat mendukung, demikian pula Gubernur Papua Barat Daya," ujarnya.
Dengan hadirnya Marina Wisata Bahari, tambah Yusdi Lamatenggo, maka akan dibuka pula dua satelit Marina di Misool dan Waisai atau Waigeo Barat,"Dengan harapan Marina Satelit dan Marina Induk bisa terkoneksi dengan baik, sehingga bisa menjadi income bagi Provinsi Papua Barat Daya, " katanya.