Raja Ampat Segera Susun Pengelolaan Cagar Biosfer Dunia
- 30 Sep 2025 07:26 WIB
- Sorong
KBRN, Waisai: Organisasi UNESCO mengakui cagar biosfer Raja Ampat sebagai bagian dari jaringan cagar biosfer dunia. Pengusulan Raja Ampat menjadi Cagar Biosfer Dunia ini telah dimulai sejak tahun 2018 yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya dan didukungan Badan Riset Nasional (BRIN), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Fauna & Flora Indonesia (FFI) Programme.
Dukungan para pihak tersebut telah mengantarkan Raja Ampat memiliki status Cagar Biosfer Dunia bersama 789 Cagar Biosfer lainnya dari 136 negara di dunia. Penetapan cagar biosfer Raja Ampat dala sidang ICC MAB UNESCO dihadiri Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (Kababes) Provinsi Papua Barat Daya, Genman S. Hasibuan dan Kepala Bidang Teknis Konservasi Sumber Daya Alam, Johanes Wiharisno.
Kepala BBKSDA Papua Barat Daya mengaku senang dan bahagianya atas diterimanya Raja Ampat sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO dan merupakan Cagar Biosfer ke-21 untuk Indonesia. Tantangan yang dihadapi kini adalah tantangan merumuskan penyusunan rencana pengelolaan multipihak untuk jangka panjang. "ini telah disaksikan seluruh dunia sebagai tonggak sejarah yakni sebuah Kawasan Cagar Biosfer pertama di Tanah Papua, yakni Raja Ampat," kata dia dalam keterangan pers, Senin (29/9/2025) .
Menurutnya ada harapan integrated management atau manajemen pengelolaan terintegrasi dapat diimplementasikan penerapannya dengan pelibatan dan partisipasi seluruh pihak. Ini menjadi kunci dalam penyusunan rencana pengelolaan kawasan Cagar Biosfer Raja Ampat meliputi area inti, area penyangga, dan area transisi Raja Ampat.
Turut dalam Delegasi Indonesia, hadir juga Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Kerjasama Unimuda Sorong, Sirojjuddin. Dirinya mengutarakan rasa bahagia dan senang telah turut serta menyaksikan salah satu momen sejarah Raja Ampat saat ditetapkan sebagai Cagar Biosfer yang tentunya akan dikenang dunia. Sebagai perwakilan akademisi, ia memiliki banyak harapan atas status baru Cagar Biosfer Raja Ampat, salah satuny adalah untuk menjadi pintu masuk kerjasama dalam skala nasional dan global khususnya dalam pengembangan sumber ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi yang sangat ditunggu oleh generasi muda Raja Ampat, khususnya Tanah Papua.
Cakupan wilayah Cagar Biosfer Raja Ampat memiliki luas total 13.104.345 hektar, yang terdiri dari Zona Inti dengan luas 2.386.489 hektar, Zona Penyangga dengan luas 2.317.708 hektar, dan Zona Transisi dengan luas 8.400.147 hektar.