Kolaborasi Jadi Kunci Majukan Pariwisata Papua Barat Daya
- 16 Okt 2025 20:03 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong: Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua Barat Daya, Michael Mobalen, menegaskan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk mewujudkan pariwisata yang kuat dan berkelanjutan di wilayah tersebut. Ia menyoroti pentingnya pemenuhan tiga elemen dasar, yaitu Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi (3A), agar potensi wisata di luar Raja Ampat dapat berkembang lebih optimal. Dalam dialog bersama programa dua RRI Sorong, Rabu (15/10/2025), Michael menekankan perlunya peningkatan infrastruktur penunjang di berbagai kabupaten guna memastikan dampak ekonomi pariwisata terasa secara merata.
Menurut Michael, Papua Barat Daya memiliki banyak atraksi wisata menarik, namun pengembangannya kerap terhambat oleh keterbatasan akses dan fasilitas pendukung. Ia menjelaskan, meskipun atraksi alam melimpah, masih banyak destinasi yang sulit dijangkau dan belum memiliki amenitas memadai seperti akomodasi maupun layanan dasar. HPI juga menilai, peningkatan edukasi bagi masyarakat lokal penting dilakukan agar tumbuh kesadaran untuk menjaga dan mengelola potensi wisata sebagai aset berharga bagi kesejahteraan bersama.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, HPI mendorong pemerintah daerah agar lebih fokus dalam kebijakan penguatan 3A serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi perjalanan (ASITA) dan lembaga swadaya masyarakat. Mobalen berharap, sinergi ini dapat memperluas pengembangan pariwisata ke wilayah lain seperti Sorong Selatan dan Tambrauw, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya terpusat di Raja Ampat. HPI berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam membangun sektor pariwisata Papua Barat Daya yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Nonton Dialog : PERAN PENTING HPI MEMPROMOSIKAN PARAWISATA DI PAPUA BARAT DAYA