'Electroculture' Metode Menanam Ramah Lingkungan
- 12 Feb 2026 22:01 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Bayangkan tanaman tumbuh lebih cepat hanya dengan bantuan listrik dari udara dan tanah. Tren berkebun ini disebut electroculture, teknik eksperimental yang kembali ramai dibicarakan.
Electroculture menggunakan antena tembaga untuk mengumpulkan listrik alami lalu menyalurkannya ke tanaman. Ptaktisinya mengklaim metode ini bisa mengurangi bahkan menggantikan pupuk.
Dasarnya, logam konduktif dipercaya menyerap listrik dari udara, hujan, tanah, dan perubahan suhu. Tidak ada baterai atau generator, hanya antena spiral atau loop tembaga.
Manfaat yang diklaim meliputi pertumbuhan lebih cepat, hasil panen meningkat, dan rasa buah lebih manis. Electroculture juga dipercaya mengurangi hama tanpa pestisida kimia.
Secara ilmiah, klaim electroculture masih lemah dan belum terbukti konsisten. Beberapa riset menunjukkan listrik buatan bertegangan tinggi memang dapat meningkatkan hasil tanaman.
Electroculture memiliki sejarah panjang sejak abad ke-19, terutama di Eropa. Minatnya sempat meredup akibat pupuk kimia murah, lalu bangkit karena isu lingkungan.
Bagi pekebun rumahan, mencoba electroculture skala kecil relatif aman dan murah. Namun, hasilnya sebaiknya diuji kritis dengan membandingkan tanaman kontrol dan perlakuan.