Ramadan Sehat: Kontrol Gula saat Berbuka dan Sahur
- 19 Feb 2026 20:20 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Puasa Ramadan adalah momen ibadah yang dijalani jutaan umat Muslim di Indonesia dan dunia. Selama berpuasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme karena berjam-jam tanpa asupan makanan dan minuman.
Pilihan menu saat berbuka puasa kerap menjadi perhatian, terutama dari sisi kesehatan. Setelah seharian berpuasa, tubuh memerlukan asupan yang tepat untuk memulihkan energi.
Menurut Prof. Budi Setiawan dalam laman resmi IPB University, minuman manis sering menjadi pilihan utama saat berbuka. Minuman manis dianggap mampu mengembalikan energi dengan cepat.
Namun, konsumsi gula berlebihan tanpa kendali dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Karena itu, asupan manis tetap perlu dibatasi meski terasa menyegarkan.
Kecenderungan mengonsumsi makanan atau minuman manis bertujuan menaikkan kadar gula darah yang menurun selama puasa. Asupan gula juga memicu peningkatan hormon serotonin yang menimbulkan rasa puas.
Gula termasuk bahan yang harus dibatasi karena berada di puncak piramida gizi seimbang. Konsumsi berlebihan dapat membuat perut cepat kenyang sehingga mengurangi asupan sayur, buah, dan protein, serta berisiko menyebabkan karies gigi, kenaikan berat badan, dan gangguan bagi penderita Diabetes Mellitus.
Sebagai alternatif, disarankan memilih minuman yang lebih sehat seperti air kelapa muda atau jus buah dan sayur tanpa tambahan gula berlebihan. Kurma, baik segar maupun kering, juga dapat menjadi pilihan untuk memulihkan energi secara alami dengan porsi secukupnya.