Pola Makan Sahur dan Berbuka yang Ramah Gigi

  • 26 Feb 2026 21:50 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep Pola makan saat sahur dan berbuka puasa memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Konsumsi makanan yang tidak tepat dapat mempercepat kerusakan enamel gigi serta memicu bau mulut selama menjalankan ibadah puasa.

Dewan Penasehat Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Sumenep sekaligus Dokter Gigi Spesialis Periodonsia RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, drg. Yenniy Ismullah, Sp. Perio menjelaskan, saat berpuasa produksi air liur cenderung menurun sehingga perlindungan alami terhadap gigi juga berkurang.

“Saat puasa, air liur yang berfungsi membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam jumlahnya lebih sedikit, ujarnya kepada RRI, Kamis, 26 Februari 2026. “Karena itu, pemilihan makanan saat sahur dan berbuka sangat menentukan kesehatan gigi.”

Makanan dan Minuman yang Perlu Dibatasi

Beberapa jenis makanan dan minuman sebaiknya dibatasi karena dapat mempercepat kerusakan enamel gigi. Roti putih dan olahan tepung mengandung pati yang akan diubah menjadi gula oleh air liur. Sisa makanan ini mudah menempel di sela gigi dan menjadi tempat berkembangnya bakteri penghasil asam.

Permen dan makanan tinggi gula juga berisiko karena gula menjadi sumber energi bagi bakteri di mulut. Proses tersebut menghasilkan asam yang perlahan mengikis enamel gigi dan memicu gigi berlubang.

Buah-buahan asam seperti jeruk dan lemon memang kaya vitamin C, namun kandungan asamnya dapat melunakkan enamel. Setelah mengonsumsinya, disarankan untuk berkumur dengan air putih agar kondisi mulut kembali netral.

Sementara itu, minuman bersoda dan berkarbonasi mengandung gula dan asam dalam jumlah tinggi. Selain merusak enamel, minuman ini juga dapat menyebabkan mulut kering karena menurunkan produksi air liur.

“Kombinasi gula dan asam pada minuman bersoda sangat cepat merusak lapisan pelindung gigi, terutama jika dikonsumsi saat berbuka,” katanya menambahkan.

Makanan dan Minuman Penghilang Bau Mulut

Meski ada makanan pemicu bau mulut, terdapat pula makanan yang membantu menjaga kesegaran napas selama puasa. Buah kaya serat seperti apel, melon, dan jeruk dapat merangsang produksi air liur sehingga membantu membersihkan plak dan bakteri di mulut. Selain itu, kandungan vitamin C pada buah-buahan tersebut berperan menjaga kesehatan gusi.

Sayuran hijau seperti seledri, peterseli, dan mentimun juga bermanfaat karena merangsang air liur yang membantu membilas bakteri penyebab bau mulut. Kayu manis mengandung minyak esensial alami yang bersifat antibakteri, sedangkan yogurt dengan kandungan probiotik dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat di rongga mulut.

Kacang-kacangan seperti almond, pistachio, dan walnut juga membantu menjaga kebersihan gigi karena seratnya bekerja seperti pembersih alami saat dikunyah.

Selain makanan, minuman seperti air putih, teh hijau, dan air jahe juga efektif mengurangi bau mulut. Air putih menjaga kelembapan mulut, teh hijau mengandung katekin yang mampu menekan pertumbuhan bakteri, sedangkan jahe merangsang enzim dalam air liur untuk menetralisir senyawa penyebab bau.

“Air putih tetap menjadi minuman utama untuk menjaga kelembapan mulut selama puasa agar tidak mudah timbul bau mulut,” ujarnya menjelaskan.

Strategi Aman Konsumsi Makanan Manis saat Berbuka

Mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa tetap dapat dilakukan, namun perlu diimbangi dengan pilihan makanan yang lebih sehat. Buah dan sayuran berserat seperti apel dan wortel membantu membersihkan gigi secara alami serta meningkatkan produksi air liur.

Mengonsumsi susu atau keju setelah makanan manis juga dapat membantu menetralisir asam dan menyediakan kalsium untuk memperkuat gigi. Selain itu, menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi setelah berbuka dan sebelum tidur menjadi langkah penting untuk mencegah gigi berlubang.

Dengan pola makan yang tepat dan perawatan gigi yang baik, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan sahur dan berbuka puasa tanpa mengorbankan kesehatan gigi dan mulut selama Ramadan.

Rekomendasi Berita