Brain Rot Muncul dari Kebiasaan Konsumsi Konten Berlebihan
- 09 Mar 2026 13:24 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Istilah brain rot semakin sering muncul di media sosial. Istilah ini menggambarkan kondisi mental yang terasa lelah, sulit fokus, dan seperti berkabut setelah terlalu lama terpapar konten digital.
Kondisi ini biasanya muncul akibat kebiasaan scrolling tanpa henti, menonton video pendek berjam jam, atau terus memeriksa notifikasi ponsel. Otak menerima banyak rangsangan dalam waktu singkat sehingga memicu kelelahan mental.
Paparan konten digital berlebihan dapat menurunkan kemampuan konsentrasi. Otak menjadi terbiasa dengan stimulasi cepat dari video pendek dan notifikasi. Akibatnya, fokus pada aktivitas yang membutuhkan perhatian lebih lama menjadi lebih sulit.
Untuk mengurangi risiko brain rot, Kamu bisa memberi jeda penggunaan ponsel. Luangkan waktu sekitar 30 hingga 60 menit tanpa gawai, terutama pada pagi hari. Waktu ini bisa digunakan untuk sarapan dengan tenang, berjalan santai, atau melakukan aktivitas tanpa gangguan notifikasi.
Langkah lain adalah membatasi waktu layar melalui fitur pengingat penggunaan ponsel. Kamu juga dapat mengatur ulang konten yang dikonsumsi dengan mengikuti akun yang memberikan informasi edukatif dan bermanfaat.
Aturan 20 20 20 juga dapat diterapkan saat menggunakan perangkat digital. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh sekitar enam meter. Cara ini membantu mengurangi kelelahan mata sekaligus memberi jeda bagi otak dari paparan layar.