'Snooze Day', Tren Cuti Kerja Hanya untuk Tidur
- 13 Mar 2026 10:54 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pernahkah anda merasa begitu lelah hingga ingin izin kerja hanya untuk tidur? Fenomena itu kini semakin nyata di Singapura. Banyak karyawan mulai mengambil “snooze day”, yaitu cuti karena kurang tidur.
Laman HRM Asia menginformasikan tren ini muncul dari survei Global Sleep Survey keenam yang dirilis perusahaan teknologi kesehatan Resmed. Survei tersebut melibatkan 30.000 responden dari 13 negara, termasuk 1.000 orang di Singapura.
Hasilnya menunjukkan kesenjangan antara kesadaran dan praktik tidur sehat. Sebanyak 51 persen responden menilai tidur sebagai faktor terpenting bagi kesehatan jangka panjang. Namun kebiasaan tidur mereka belum mencerminkan kesadaran tersebut.
Sebanyak 86 persen responden memahami bahwa tidur berkualitas memperpanjang umur sehat. Meski demikian, 57 persen hanya merasakan tidur nyenyak empat malam atau kurang setiap minggu.
Tekanan pekerjaan menjadi salah satu penyebab utama kurang tidur. Lebih dari setengah responden mengatakan beban kerja berat berdampak buruk pada kualitas tidur.
Akibatnya, sekitar 72 persen responden mengaku pernah mengambil “snooze day”. Istilah ini merujuk pada izin sakit setelah mengalami malam tanpa tidur yang cukup.
Kurang tidur juga memengaruhi kondisi mental dan produktivitas kerja. Setelah tidur buruk, responden melaporkan sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan tingkat stres meningkat.