Film 'Surat Untuk Masa Mudaku' Angkat Kisah Emosional

  • 03 Feb 2026 22:20 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Karya film lokal yakni Surat Untuk Masa Mudaku yang tayang di platform Netflix menjadi salah satu tontonan yang menarik perhatian penonton belakangan waktu ini. Cerita yang diangkat menyoroti perjalanan emosional seorang anak panti asuhan dalam menghadapi masa lalu dan proses pendewasaan diri.

Tokoh Kefas yang diperankan oleh Fendy Chow, digambarkan sebagai sosok yang menyimpan luka batin akibat kehilangan adiknya saat mereka tinggal di Panti Asuhan Pelita Kasih. Pengalaman tersebut membentuk karakter Kefas muda yang penuh amarah dan sulit mengendalikan emosi.

Cerita berkembang ketika Kefas muda yang diperankan oleh Milo Taslim, bertemu dengan Pak Simon, pengurus panti asuhan yang baru. Pertemuan tersebut menghadirkan dinamika hubungan yang perlahan berubah, sekaligus menjadi titik awal perubahan sikap Kefas.

Alur cerita disajikan secara bertahap dengan latar kehidupan panti asuhan dan hubungan antar tokoh yang saling terkait. Penggambaran karakter dan konflik yang dihadirkan memperlihatkan proses pencarian jati diri serta makna keluarga dalam kehidupan tokoh utama.

Selain mengangkat sisi emosional, karya ini juga menghadirkan nilai tentang empati, persahabatan, dan ketahanan menghadapi situasi sulit, yang dikemas melalui konflik dan perjalanan karakter.

Salah seorang penonton, Kino, menilai kisah yang disajikan memberikan warna berbeda dari tontonan populer yang selama ini didominasi genre tertentu.

“Jarang ada cerita yang fokus ke sisi emosional seperti ini. Alurnya bikin penasaran dan nggak ngebosenin,” ujar Kino.

Penonton lainnya, Dila, mengatakan bahwa cerita yang ditampilkan mampu membawa penonton masuk ke suasana kehidupan anak-anak panti asuhan.

“Pas nonton, rasanya ikut kebawa suasana. Ceritanya bikin kita lebih ngerti apa yang mereka rasakan,” ujar Dila.

Rekomendasi Berita