Drama Korea di Mata Gen Z Tak Sekadar Hiburan
- 10 Mar 2026 08:23 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Drama Korea atau drakor menjadi salah satu tontonan yang digemari Generasi Z untuk mengisi waktu luang. Selain menghadirkan cerita yang menarik, drakor juga dinilai mampu memberikan hiburan sekaligus inspirasi bagi penontonnya.
Salah seorang penikmat drakor yakni Aruna, mengatakan dirinya menyukai drama Korea karena banyak cerita yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, genre seperti slice of life dan romantic comedy menjadi favorit karena mudah dipahami dan relevan dengan pengalaman anak muda.
“Cerita di drakor sering relate, apalagi yang genre slice of life atau romcom. Selain itu juga ada artis atau bias favorit yang main, jadi sekalian support idola. Kita juga bisa belajar bahasa asing tanpa terasa seperti sedang belajar,” ujarnya.
Aruna menambahkan salah satu drama yang menurutnya cukup menggambarkan kehidupan generasi muda adalah ‘Resident Playbook’. Ia menilai drama tersebut menunjukkan bagaimana karakter muda menghadapi dunia kerja dengan berbagai tantangan.
Pendapat serupa juga disampaikan Maya yang menilai drakor menarik karena mampu membangun cerita emosional dengan alur yang rapi. Ia mengatakan bahkan dalam genre thriller, drama Korea sering membuat penonton terus penasaran melalui misteri dan plot twist yang kuat.
“Drakor juga kuat dalam membangun karakter, jadi penonton bisa merasa terhubung dengan tokohnya. Kombinasi cerita yang intens, akting yang kuat, dan visual yang bagus membuat dramanya terasa hidup,” jelas Maya.
Maya menyebut drama ‘Twenty-Five Twenty-One’ sebagai salah satu contoh yang cukup dekat dengan kehidupan Generasi Z. Menurutnya, drama tersebut menggambarkan masa muda yang penuh mimpi, kebingungan, dan proses menemukan jati diri.
Ia menilai drakor juga memberi pengaruh pada gaya hidup sebagian anak muda, mulai dari tren fashion hingga cara pandang terhadap kehidupan. Meski demikian, pengaruh tersebut tetap bergantung pada bagaimana masing-masing individu menyikapinya.
“Misalnya dari gaya berpakaian yang simpel tapi tetap stylish, atau nilai tentang kerja keras, persahabatan, dan keberanian mengejar mimpi. Dari situ penonton bisa mendapat motivasi atau sudut pandang baru,” pungkasnya.