Puasa Jalan Raih Ketakwaan
- 01 Mar 2026 19:48 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat — Ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana membentuk ketakwaan.
Dalam tausiyahnya, ustaz Jaja Sulaiman menegaskan bahwa setiap syariat yang Allah tetapkan pasti mengandung hikmah bagi manusia.
“Allah mewajibkan puasa agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Dalam puasa, kita meninggalkan hal-hal yang halal seperti makan, minum, dan hubungan suami istri demi ketaatan kepada Allah. Di situlah latihan takwa,” ujarnya dalam program dialog Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Sungailiat.
Menurutnya, puasa melatih pengendalian diri dan mengekang hawa nafsu. Saat seseorang menahan diri karena merasa diawasi Allah, itulah wujud ketakwaan yang sesungguhnya. Bahkan, puasa disebut dapat mempersempit ruang gerak setan yang mengalir dalam tubuh manusia.
Ketakwaan tersebut, lanjutnya, menjadi jalan menuju surga sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 15. Allah menjanjikan surga dengan kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, maupun terlintas di hati manusia.
“Surga itu penuh kenikmatan. Ada sungai yang mengalir di bawahnya, dan penghuninya kekal di dalamnya. Semua itu disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagai tiang agama dan salat menjadi pembeda antara seorang Muslim dan kekufuran.
Salah satu pendengar Sabihis dari Labu menanyakan cara menjaga konsistensi takwa setelah Ramadan berakhir. Menanggapi hal tersebut, ustaz Jaja Sulaiman menjelaskan bahwa kunci menjaga ketakwaan adalah dengan mempertahankan kebiasaan baik yang sudah dilatih selama Ramadan, seperti menjaga salat lima waktu tepat waktu, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, serta membiasakan puasa sunnah.