Jus Seledri Diyakini Bantu Turunkan Tensi
- 15 Feb 2026 10:13 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Khasiat jus seledri bagi kesehatan kembali menjadi perbincangan dalam acara Berubat (Beragam Unsur Budaya Sehat) yang disiarkan Pro 4 RRI Sungailiat. Sejumlah pendengar membagikan pengalaman mereka mengonsumsi jus seledri sebagai salah satu upaya menjaga kebugaran tubuh secara alami.
Mery, warga Air Mesu, menuturkan dirinya rutin mengonsumsi jus seledri terutama saat mengalami keluhan tekanan darah tinggi.
“Saya minum jus seledri sehari sekali kalau tensi mulai naik. Biasanya cukup membantu menurunkan tekanan darah,” ujarnya saat menjadi pendengar yang menyampaikan pengalaman secara langsung dalam siaran tersebut.
Menurut Mery, ia memilih seledri karena mudah didapat dan sederhana dalam pengolahan. Seledri cukup diblender dengan air secukupnya tanpa tambahan gula. Ia merasakan tubuhnya lebih ringan dan tekanan darahnya berangsur stabil setelah mengonsumsinya secara teratur saat diperlukan.
Meski demikian, Mery mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam mengonsumsi jus seledri.
“Kalau punya penyakit lain atau sedang minum obat rutin, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter. Jangan asal minum terus menerus tanpa saran medis,” katanya.
Hal senada disampaikan Bujang, warga Pinang Sebatang. Ia mengatakan seledri tidak hanya dikenal sebagai pelengkap masakan, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan.
“Biasanya kita pakai untuk campuran sup atau tumisan, tapi ternyata kalau dibuat jus juga ada khasiatnya untuk kesehatan,” ucapnya.
Bujang menambahkan, kandungan alami dalam seledri dipercaya membantu menjaga tekanan darah dan mendukung kesehatan tubuh secara umum. Namun ia menegaskan, pola hidup sehat tetap menjadi kunci utama, termasuk menjaga asupan makanan dan rutin berolahraga.
Melalui program Berubat di Pro 4 RRI Sungailiat, masyarakat diajak berbagi pengalaman seputar pengobatan tradisional dan gaya hidup sehat. Meski berbagai testimoni menunjukkan manfaat positif, pendengar tetap dihimbau untuk menjadikan informasi tersebut sebagai referensi tambahan dan tidak menggantikan saran medis profesional.