Dukungan Keluarga Kunci Kesehatan Mental IRT
- 17 Feb 2026 23:40 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Peran ibu rumah tangga kerap dianggap sebagai pekerjaan domestik semata. Padahal, beban fisik dan mental yang ditanggung tidaklah ringan dan sering kali luput dari perhatian.
Psikolog Klinis Ahli Muda RSJD dr. Samsi Jacobalis yakni Rakhmawati Tri Lestari, S.Psi., M.Psi., menyampaikan bahwa kerentanan masalah kesehatan mental pada ibu rumah tangga salah satunya disebabkan oleh minimnya ruang untuk mengungkapkan perasaan.
“Sering kali ibu rumah tangga tidak mendapatkan ruang untuk bercerita. Pekerjaan rumah itu berulang dan menguras energi, sehingga dukungan keluarga terutama suami sangat penting agar beban tidak menumpuk sendiri,” jelas Rakhmawati pada dialog Pengarustamaan Gender di Pro 1 RRI Sungailiat.
Ia menambahkan, me-time tidak selalu berarti keluar rumah, tetapi bisa berupa waktu jeda dari rutinitas harian agar ibu memiliki kesempatan memulihkan energi secara emosional.
Sementara itu, Susmi, seorang ibu rumah tangga di Sungailiat, mengaku bahwa pekerjaan di rumah bukan berarti tanpa tekanan. Mengurus anak, suami, hingga kebutuhan rumah tangga kerap menimbulkan kelelahan yang tidak terlihat.
“Sebagai IRT, kami memang bekerja di rumah, tapi bukan berarti ringan. Kami juga berhak didengar, dihargai, dan punya waktu untuk diri sendiri. Karena kalau ibu merasa tenang dan bahagia, suasana rumah juga jadi lebih hangat,” ungkap Susmi.
Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental perempuan diharapkan terus ditingkatkan, agar peran ibu rumah tangga tidak hanya diakui secara sosial, tetapi juga didukung secara emosional oleh keluarga dan lingkungan sekitar.