Stigma Negatif Penderita HIV/AIDS Kerap Terjadi

  • 08 Mar 2026 10:06 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Stigma negatif kepada penderita Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) masih kerap terjadi.

Padahal menurut Dokter Spesialis Patologi Klinik, dr. Egha Zainur Ramadhani, stigma negatif justru dapat memperburuk kondisi yang bersangkutan, sehingga psikologis penderita HIV/AIDS itu disebutnya harus dijaga.

“Tidak boleh ada diskriminasi, begitu dia datang dijauhi, apalagi sampai ada yang berpikir dia digigit nyamuk, wah nyamuknya jangan-jangan membawa HIV, gak cocok itu, kalau demam berdarah iya bisa dari gigitan nyamuk. Termasuk ada beberapa pekerja begitu positif malah dipecat, wah gak benar itu mereka harusnya dibantu kok,” katanya kepada RRI, di Sungailiat, Minggu, 8 Maret 2026.

Dirinya lebih jauh mengharapkan, ada upaya untuk mengeliminir stigmatisasi kepada penderita HIV/AIDS, ada sikap proaktif dari semua pihak baik dari masyarakat maupun orang yang beresiko.

“Saya masih berharap proaktif dari semua, masyarakat proaktifnya adalah menghindari stigma, sementara mereka yang merasa beresiko proaktifnya adalah tes,” ujarnya.

Sementara salah seorang pendengar RRI, Adrian, menyatakan kesetujuannya dengan pendapat dr. Egha Zainur. Menurutnya masyarakat harus terus diedukasi untuk tidak melakukan diskriminasi kepada penderita HIV/AIDS.

“Mereka juga kan manusia, jangan sampai lah ada diskriuminasi. Justru sebaliknya masyarakat dan keluarga harus menjadi support system terbaik bagi mereka dalam memerangi penyakitnya,” ucap Adrian.

Rekomendasi Berita