Kompor Listrik Jadi Solusi Krisis Gas
- 20 Jan 2026 06:13 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID,Sungailiat - Gelombang laut tinggi yang melanda perairan Bangka Belitung dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada distribusi energi, khususnya gas elpiji 3 kilogram. Di sejumlah wilayah, masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon yang biasa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Kondisi ini dirasakan warga di Kabupaten Bangka, termasuk di Sungailiat. Keterbatasan pasokan gas akibat cuaca ekstrem memaksa masyarakat mencari alternatif agar aktivitas memasak tetap berjalan, terutama bagi keluarga yang mengandalkan elpiji bersubsidi.
Salah satu solusi yang mulai dilirik adalah penggunaan kompor listrik. Ibu Hensy, warga Sungailiat, mengaku telah menggunakan kompor listrik selama tiga tahun terakhir sebagai pendamping kompor gas di rumahnya.
“Memang waktu pembelian pertama itu sekitar Rp300 ribu, tapi setelah dipakai justru terasa lebih hemat. Saya tetap punya kompor gas, namun kalau kondisi gas sedang susah seperti sekarang, saya pakai kompor listrik,” ujar Hensy Selasa 20 Januari 2026

Menurutnya, kehadiran kompor listrik sangat membantu di tengah kelangkaan gas elpiji. Selain tidak bergantung pada pasokan tabung gas, penggunaan listrik dinilai lebih stabil selama tidak terjadi pemadaman.
Hensy menambahkan, anak-anaknya justru lebih memilih memasak menggunakan kompor listrik dibandingkan kompor gas. “Tidak ada api, jadi lebih aman. Anak-anak juga lebih berani masak sendiri,” Ungkapnya.
Selain faktor keamanan, kompor listrik dinilai praktis dan mudah digunakan. Hal ini menjadi pertimbangan bagi keluarga dengan aktivitas padat yang membutuhkan peralatan masak sederhana namun efisien.
Sementara itu, salah seorang pendengar RRI dari Bangka, Rara di Pemali, menyampaikan bahwa kompor listrik bisa menjadi solusi sementara. “Kalau gas susah karena cuaca laut, kompor listrik sangat membantu. Setidaknya dapur tetap bisa jalan,” ujarnya melalui pesan singkat.
Di tengah tantangan distribusi energi akibat gelombang tinggi, masyarakat Bangka Belitung diharapkan semakin adaptif dalam memilih solusi alternatif. Kompor listrik kini tidak hanya menjadi pilihan modern, tetapi juga jawaban praktis atas keterbatasan gas elpiji di daerah kepulauan.