Cara Berbuka Puasa agar Perut Nyaman
- 06 Mar 2026 11:16 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID , Sungai Penuh – Saat waktu berbuka puasa tiba, banyak orang tergoda untuk langsung menyantap berbagai hidangan yang tersedia. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan masalah pencernaan jika tidak dilakukan dengan tepat. Setelah berpuasa seharian, sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Mengonsumsi makanan berat atau berlebihan secara langsung dapat menyebabkan perut terasa begah atau kembung.
Rasa begah ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan fisik, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak orang merasa kurang nyaman saat beraktivitas setelah berbuka, bahkan kondisi ini bisa memengaruhi kekhusyukan saat menjalankan ibadah malam, seperti salat tarawih. Oleh karena itu, penting untuk mengatur pola makan saat berbuka agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik setelah seharian berpuasa.
Prof. Ari Fahrial Syam, pakar gastroenterologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, menjelaskan bahwa sensasi begah umumnya disebabkan oleh penumpukan gas di dalam saluran pencernaan. Gas ini bisa terbentuk karena udara yang ikut tertelan saat seseorang makan terlalu cepat. Selain itu, proses pencernaan makanan oleh asam lambung juga menghasilkan gas yang menambah tekanan di dalam perut. Menurut Prof. Ari, makan dengan terburu-buru atau terlalu banyak menumpuk makanan sekaligus meningkatkan risiko perut kembung dan rasa tidak nyaman.
Untuk mengurangi kemungkinan begah, disarankan agar seseorang berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu, misalnya kurma dan air putih, sebelum menyantap hidangan utama. Mengunyah makanan perlahan, menghindari minuman bersoda, serta membagi porsi makan menjadi lebih kecil bisa membantu sistem pencernaan bekerja lebih efektif. Dengan begitu, tubuh dapat menyesuaikan diri secara bertahap setelah puasa, mengurangi risiko kembung, dan menjaga kenyamanan tubuh sehingga ibadah malam dapat dilakukan dengan lebih khusyuk.
Mengatur pola makan saat berbuka bukan hanya soal kesehatan pencernaan, tetapi juga mendukung kualitas ibadah dan aktivitas sehari-hari selama bulan Ramadan.