Ingin Kadar Stres Turun, Pelihara Hewan Bisa Jadi Pilihan

  • 05 Mar 2026 14:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Memelihara hewan di rumah bukan sekadar hobi, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan psikologis pemiliknya. Berbagai penelitian internasional menunjukkan bahwa interaksi manusia dengan hewan peliharaan mampu menurunkan stres, meningkatkan rasa kebahagiaan, hingga memperkuat hubungan sosial. Studi dari National Institutes of Health (NIH) pada 2018 berjudul "The Power of Pets" yang terbit di newsinhealth.nih.gov menyebutkan bahwa berinteraksi dengan hewan dapat menurunkan kadar hormon stres dan membantu menurunkan tekanan darah. Interaksi ini juga dapat meningkatkan perasaan dukungan sosial dan memperbaiki suasana hati pemiliknya.

Salah satu hewan yang paling umum dan cocok dipelihara di rumah adalah anjing. Selain dikenal setia, anjing juga dapat membantu pemiliknya lebih aktif secara fisik. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMC Public Health tahun 2019 menemukan bahwa seseorang yang baru memelihara anjing mengalami peningkatan kesejahteraan mental, termasuk penurunan rasa kesepian dan tekanan psikologis. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa kepemilikan anjing berkaitan dengan “perubahan positif pada kesejahteraan mental dan emosi pemilik.”

Selain anjing, mengutip dari people.com pada artikel tahun 2025 juga menyebutkan bahwa kucing juga menjadi pilihan populer karena relatif mudah dirawat dan dapat hidup nyaman di ruang terbatas seperti rumah atau apartemen. Penelitian yang menganalisis data kesehatan selama 18 tahun terhadap ribuan orang dewasa menemukan bahwa pemilik kucing menunjukkan kemampuan verbal dan daya ingat yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan. Studi tersebut menyimpulkan bahwa kepemilikan kucing dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Bagi masyarakat yang menginginkan hewan peliharaan dengan perawatan lebih sederhana, ikan hias sering menjadi pilihan. Meski tidak membutuhkan interaksi intens seperti kucing atau anjing, keberadaan akuarium di rumah dapat memberikan efek relaksasi. Penelitian yang dikutip dari www.waldenu.edu oleh Walden University pada di Amerika Serikat menunjukkan bahwa pasien yang tinggal di fasilitas kesehatan dengan akuarium terlihat lebih tenang, lebih fokus, dan menunjukkan perilaku yang lebih stabil. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa “melihat ikan berenang dapat menghasilkan perasaan tenang dan relaks.”

Selain itu, burung juga kerap dipelihara karena suara kicauannya dapat memberikan suasana hidup di rumah. Meskipun interaksi emosionalnya tidak sekuat dengan hewan mamalia, burung tetap mampu memberikan efek psikologis positif melalui kehadiran dan aktivitasnya. Beberapa penelitian mengenai hubungan manusia dan hewan menunjukkan bahwa kepemilikan hewan peliharaan secara umum dapat meningkatkan rasa keterikatan sosial dan kesejahteraan psikologis masyarakat. Hal ini seperti dikutip dari studi oleh BMC Public Health pada 2025 yang diterbitkan pada web jurnal pubmed.ncbi.nlm.nih.gov.

Secara umum, banyak studi menunjukkan bahwa hewan peliharaan dapat berperan sebagai “pendamping emosional” bagi manusia. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa keberadaan hewan peliharaan dapat menjadi faktor yang membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis seseorang.

Namun meski demikian, para peneliti juga mengingatkan bahwa memilih hewan peliharaan harus disesuaikan dengan kondisi rumah, waktu luang, serta kemampuan merawatnya. Anjing cocok bagi mereka yang aktif dan memiliki waktu untuk berjalan atau bermain, sementara kucing sesuai bagi rumah dengan ruang terbatas. Dengan pemilihan yang tepat, hewan peliharaan tidak hanya menjadi penghuni rumah, tetapi juga sahabat yang dapat meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

Rekomendasi Berita