Haedar Nashir: Pendidikan Strategi Utama Pembangunan Nasional
- 31 Jan 2026 13:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, menegaskan bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai strategi utama pembangunan nasional jika Indonesia ingin mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Milad ke-50 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Sabtu 31 Januari 2026, sebagai penegasan bahwa kemajuan bangsa tidak mungkin tercapai tanpa lembaga pendidikan yang mencerdaskan dan membangun karakter generasi muda.
Mengusung tema Mencerahkan Umat, Membangun Peradaban Berkemajuan, peringatan setengah abad Smamda dirancang tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga sebagai refleksi dan proyeksi masa depan pendidikan Muhammadiyah.
Prof. Haedar Nashir menegaskan bahwa Smamda memiliki modal kuat untuk dikembangkan menjadi sekolah unggul. Ia menyebut, pada level Muhammadiyah Jawa Timur, hanya beberapa sekolah yang diproyeksikan sebagai pilot project excellent school.
“Ini sekolah yang unggul, sekolah yang bagus, dan menjadi harapan Muhammadiyah. Karena itu kami mendorong SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo masuk dalam barisan excellent school yang bisa bersaing dengan sekolah-sekolah umum lainnya, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujar Haedar Nashir.
Ia mengapresiasi seluruh keluarga besar Smamda, mulai dari pimpinan sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua siswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah Muhammadiyah. “Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh keluarga besar Smamda yang telah memajukan sekolah ini, juga kepada para orang tua yang mempercayakan anak-anaknya untuk dididik di sini,” katanya.
Lebih lanjut, Haedar menekankan bahwa apa pun level dan status sekolah, lembaga pendidikan harus tetap menjalankan fungsi utamanya, yakni mendidik karakter anak bangsa. “Sekolah harus terus-menerus mendidik karakter, melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, cerdas, berkeahlian, sekaligus mampu hidup secara sosial di tengah masyarakat Indonesia yang beragam,” ucapnya.
Menurut Haedar, visi Indonesia Emas 2045 tidak mungkin terwujud tanpa menjadikan pendidikan sebagai strategi utama pembangunan nasional. “Tidak mungkin Indonesia Emas bisa diraih jika salah satu jalannya tidak melalui lembaga pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu seluruh institusi pemerintah, dari pusat sampai daerah, harus menempatkan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga menyoroti peran guru sebagai kunci utama keberhasilan pendidikan. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan guru memang penting, namun harus dibarengi dengan spirit pengabdian.
“Guru bukan sekadar profesi, tapi pendidik yang menjadi teladan dan obor bagi anak-anak. Jika pendidikan kehilangan spirit pengabdian, maka sekolah bisa berubah menjadi pabrik semata,” kata Haedar Nashir.
Peringatan Milad ke-50 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini diharapkan menjadi tonggak penguatan mutu pendidikan Muhammadiyah serta kontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda), Zainul Arifin, menyampaikan bahwa Milad ke-50 tahun Smamda bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh keluarga besar sekolah, khususnya para alumni lintas angkatan.
Menurutnya, perjalanan setengah abad Smamda tidak lepas dari kontribusi alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang. “Milad ke-50 ini kami jadikan ruang bersama untuk menyamakan persepsi, menyatukan visi, dan menguatkan komitmen antara sekolah, guru, orang tua, serta seluruh alumni Smamda agar bergerak dalam satu arah memajukan sekolah,” ujar Zainul Arifin.
Ia menegaskan, keterlibatan alumni sangat dibutuhkan dalam mendukung transformasi Smamda menuju sekolah unggul dan berdaya saing nasional. Kontribusi alumni, lanjutnya, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga gagasan, jejaring, serta pendampingan bagi siswa.
“Kami mengajak seluruh alumni Smamda untuk berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing, baik melalui pemikiran, pengalaman, maupun jejaring profesional. Dengan kebersamaan ini, Smamda diharapkan semakin kuat sebagai pusat pendidikan yang unggul dan berkarakter,” ucapnya.