ITPLN Dorong Pengembangan Teknologi Nuklir SMR

  • 05 Mar 2026 22:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Institut Teknologi PLN (ITPLN) aktif mengambil peran dalam pengembangan teknologi nuklir, khususnya Small Modular Reactor (SMR). Komitmen tersebut disampaikan Rektor ITPLN Iwa Garniwa dalam forum trilateral Indonesia–Amerika Serikat–Jepang.

Forum tersebut membahas pemanfaatan SMR secara bertanggung jawab. Fokus utamanya adalah penyiapan SDM, riset, dan edukasi untuk mendukung transisi energi nasional.

Pertemuan itu dihadiri berbagai lembaga internasional, termasuk Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships dan Japan Atomic Industrial Forum. Hadir pula Japan International Cooperation Center dan perwakilan pemerintah Jepang serta Amerika Serikat.

Prof. Iwa menyatakan Indonesia sedang memasuki fase strategis menuju pemanfaatan energi nuklir. “Penguatan kapasitas SDM dan ekosistem pendukung menjadi kunci utama,” ujarnya, Kamis. 5 Maret 2026.

“Indonesia sedang menyiapkan implementasi pembangkit listrik tenaga nuklir,” kata Iwa. “ITPLN berkomitmen melalui pendidikan, riset, serta pengembangan kapasitas.”

Sebagai institusi energi, ITPLN membentuk Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Development (GINEST). Lembaga ini dipimpin Agus Puji Prasetyono dan fokus pada pengembangan talenta nuklir.

Menurut Iwa, GINEST juga diarahkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar pembangkit. “Rantai pasok lokal dan layanan teknis harus ikut berkembang,” katanya.

GINEST mengembangkan pelatihan bersertifikasi, riset bahan bakar, serta pengelolaan limbah nuklir. Program ini menyiapkan operator dan insinyur keselamatan berlisensi.

Upaya tersebut mendukung target nasional menyiapkan sekitar 5.000 tenaga profesional nuklir hingga 2045. “Digital twin laboratory membantu mengurangi ketergantungan pada teknologi asing,” ucap Iwa.

Kolaborasi internasional dilakukan melalui program pelatihan SMR Indonesia–Jepang–Amerika Serikat. Program ini memperkenalkan standar keselamatan global dan praktik regulasi pembangkit nuklir.

“Pengalaman internasional penting membangun budaya keselamatan,” ujar Iwa. “Hal itu juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap energi nuklir.”

Lima delegasi ITPLN dinyatakan lulus dan meraih sertifikat internasional dari Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships Jepang. Mereka juga melihat langsung operasional pembangkit di Japan Nuclear Energy Plant.

Ke depan, ITPLN menargetkan peningkatan program vokasi dan kemitraan industri. Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.

Rekomendasi Berita