TelU Surabaya Kembangkan Inovasi Teknologi untuk Berbagai Sektor
- 06 Mar 2026 12:01 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Telkom University Surabaya mencatatkan capaian membanggakan melalui berbagai prestasi akademik dan inovasi mahasiswa. Bahkan berhasil meraih pengakuan di tingkat nasional maupun internasional.
Direktur Telkom University Surabaya, Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, Jumat 6 Maret 2026 menjelaskan, capaian ini hasil kerja keras semua pihak. Sinergi dengan media juga menjadi langkah strategis untuk komunikasi institusi yang berdampak.
"Inovasi yang berdampak, antara lain bagi ekonomi dan keberlanjutan, untuk pertanian dan peternakan, hingga kesehatan," ujarnya.
Untuk sektor ekonomi dan berkelanjutan, TelU Surabaya bahkan mendapat Hibah Direktorat Riset, Teknologi, Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) dua tahun berturut turut, yakmi 2024 dan 2025. Masing masing pada tahun 2024 senilai Rp99,5 juta dan pada tahun 2025 senilai Rp104,1 juta.
"Pada 2024 itu mengerjakan konsep ekosistem electric vehicle (EV). Sedangkan tahun 2025 mengerjakan konsep penanganan limbah botol plastik," imbuhnya.
Untuk sektor pertanian dan peternakan, sejumlah inovasi dikembangkan TelU Surabaya. Mulai dari Smart Tani, yakni sistem irigasi dan fertigasi pupuk cair berbasis PLC dilengkapi monitoring HMI.
"Untuk menghasilkan tanaman sehat, buah dan sayur segar serta panen melimpah," katanya.
Kemudian Smart Kandang, untuk pemantauan kesehatan ternak. Laporan rutin dan pemberian vitamin, terintegrasi oleh dokter hewan.
"Memastikan kesehatan optimal, meningkatkan produktivitas ternak secara cerdas," jelasnya.
Tak kalah keren, adalah inovasi Smart Crab. Merupakan inovasi budidaya presisi melalui model requirement, desain, dan arsitektur sistem untuk budidaya kepiting vertikal.
"Yang diimplementasikan melalui instalasi dan pemantauan Crab House di kampus TelU Surabaya serta supermarket Kepiting Surabaya," tuturnya.
Sedangkan di bidang kesehatan, TelU Surabaya berhasil mengembangkan Picobot, yakni alat bantu pemulihan pasien pasca stroke, e-Medis, yakni dispenser obat, serta APKM atau Anjungan Pemeriksaan Kesehatan Mandiri.
Untuk mendukung pemerintah dalam rangka menurunkan angka stunting, TelU Surabaya juga mengembangkan aplikasi GENY StuntCare. Sistem digital berbasis AI untuk deteksi dini, pencegahan dan penanganan risiko stunting.
"Dengan rekomendasi personal yang kontekstual untuk setiap ibu dan anak," ujarnya.
Sementara itu, dalam waktu dekat, TelU Surabaya akan menggelar Tel-U Run 2026 dengan kategori 10K, 5K dan Fun Walk 2,5K untuk penyintas stroke. Pendaftaran akan dibuka pada tanggal 7 Maret 2026.