Nawasena ITS Harumkan Indonesia di WFSA 2026
- 07 Mar 2026 17:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya -Tim Nawasena dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Mereka meraih Juara 2 International Student Design Competition yang digelar Worldwide Ferry Safety Association (WFSA) 2026.
Prestasi tersebut diraih melalui inovasi desain kapal feri MV Great Idia berbasis teknologi ramah lingkungan. Kapal ini menggunakan bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk mendukung transportasi yang lebih berkelanjutan.
Kompetisi desain kapal feri dunia tersebut berlangsung daring sejak Desember 2025. Pengumuman pemenang dilakukan pada Februari 2026.
Atas capaian tersebut, Tim Nawasena ITS dijadwalkan menghadiri awarding speech di New York City. Kegiatan itu berlangsung pada 5–7 Mei 2026 mendatang.
Kompetisi ini diikuti 18 tim dari sembilan negara. Negara peserta antara lain Indonesia, Pakistan, Inggris, Bangladesh, Amerika Serikat, Portugal, Mesir, Filipina, dan Nigeria.
Tim Nawasena ITS beranggotakan 10 mahasiswa lintas departemen. Delapan mahasiswa berasal dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan dan dua dari Departemen Teknik Mesin ITS.
Tim tersebut dibimbing Prof Dr Ir Agoes Santoso MSc dan Dr Achmad Baidowi ST MT. Mereka mengembangkan konsep kapal feri yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Ketua tim Bachtiar Shifa Bahari menjelaskan konsep kapal dirancang untuk Sungai Niger, Nigeria. “Kapal ini dirancang sebagai solusi transportasi sungai yang aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu, 7 Maret 2026
Ia menambahkan, desain kapal menggunakan teknologi wave-piercing catamaran hull. “Desain ini mampu mengurangi hambatan hidrodinamika dan meningkatkan stabilitas kapal,” kata Bachtiar.
Kapal MV Great Idia memiliki panjang 35 meter dan lebar 11,4 meter. Draft kapal sekitar 0,8 meter sehingga cocok untuk perairan dangkal.
Kapal ini mampu mengangkut hingga 200 penumpang dan 16 ton barang pasar. Waktu tempuh rute perjalanan diperkirakan sekitar lima jam.
Dari sisi energi, kapal menggunakan bahan bakar CNG yang lebih ramah lingkungan. Sistem kelistrikan juga didukung panel surya dan teknologi waste heat recovery.
“Teknologi tersebut meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon,” ujar Bachtiar. Sistem ini juga mendukung program energi bersih nasional Nigeria.
Selain itu, desain kapal mempertimbangkan keterbatasan fasilitas dermaga di rute Lokoja–Onitsha. Kapal dilengkapi forward ramp door dan onboard crane untuk memudahkan bongkar muat.
“Kapal dapat melakukan proses naik turun penumpang tanpa bergantung pada dermaga permanen,” ujar Bachtiar. Solusi ini meningkatkan fleksibilitas operasional kapal.