ITS Hadirkan Instalasi Air Bersih di Pidie Jaya

  • 08 Mar 2026 20:01 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meresmikan instalasi air bersih inovatif di Pesantren Raudhatul Mukarramah Al Aziziyah, Pidie Jaya, Aceh. Proyek ini membantu warga terdampak banjir bandang dan longsor yang kesulitan memperoleh air bersih.

Wakil Kepala Pusat Studi Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan ITS, Dr Catur Arif Prastyanto, menjelaskan pemilihan lokasi melalui diskusi panjang. “Penentuan lokasi mempertimbangkan kedekatan sumber air baku serta kemudahan operasional dan perawatan,” ujarnya, Minggu, 8 Maret 2026.

Catur menyebut inovasi ini merupakan gagasan pakar Teknik Lingkungan ITS, Prof Arseto Yekti Bagastyo dan Ervin Nurhayati. Sistem tersebut mampu mengolah air sungai keruh menjadi air bersih hingga 2.000 liter per jam.

Alat ini dirancang beroperasi secara kontinyu untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekitar. “Dalam kondisi ideal, alat bekerja delapan hingga sepuluh jam per hari," kata Catur.

Catur menuturkan efisiensi alat berasal dari metode pemurnian menggunakan prinsip elektrokoagulasi tanpa bahan kimia. “Proses pemurnian kemudian dilanjutkan penyisihan melalui membran,” ucap dosen Departemen Teknik Sipil ITS tersebut.

Ia menambahkan penggunaan metode tersebut membuat biaya operasional alat menjadi lebih terjangkau. “Karena tidak memakai bahan kimia, biaya operasionalnya bisa menjadi sangat murah,” katanya.

Proyek ini terwujud melalui kolaborasi PILB ITS bersama Alumni Teknik Sipil ITS dan Ikatan Alumni Teknik Lingkungan ITS. Mitra industri juga terlibat, di antaranya PT Adhi Karya, PT PP, PT Wijaya Karya, dan PT Selaras Alam Varia Energi.

Kepala PILB ITS Prof IDAA Warmadewanthi menyebut dukungan jaringan alumni sangat penting dalam aksi kemanusiaan ini. “Komitmen alumni membantu menentukan lokasi yang paling membutuhkan sumber air bersih,” ujarnya.

Para santri turut mendapat pelatihan operasional alat melalui praktik langsung di lapangan. “Perawatannya cukup membersihkan lumpur dan mengganti elektroda,” ujar Catur.

Rekomendasi Berita