Antisipasi Virus Nipah, BBKK Surabaya Perketat Pintu Masuk

  • 05 Feb 2026 20:31 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Surabaya - Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk wilayah Jawa Timur sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Nipah. Pengawasan dilakukan 24 jam penuh terhadap seluruh penumpang internasional yang masuk melalui bandara maupun pelabuhan.

Setiap pelaku perjalanan dari luar negeri diwajibkan menjalani skrining kesehatan ketat, termasuk pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner. Penumpang yang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius akan langsung menjalani pemeriksaan lanjutan oleh petugas kesehatan di lokasi.

Kepala BBKK Surabaya dr. Rosidi Ruslan menegaskan, langkah tersebut merupakan upaya deteksi dini untuk mencegah potensi masuknya virus Nipah ke wilayah Jawa Timur, meski hingga saat ini belum ditemukan kasus.‎ “Kami siaga penuh selama 24 jam non-stop di seluruh pintu masuk internasional. Semua penumpang kami lakukan skrining. Jika ada yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius, langsung kami lakukan pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur,” kata Rosidi saat ditemui, Kamis 5 Februari 2026.

Selain pengawasan di pintu masuk, BBKK Surabaya juga telah menyiapkan skema rujukan medis apabila ditemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah. RSUD Dr. Soetomo Surabaya ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan dan perawatan pasien.

Rosidi menyampaikan, hingga Kamis siang pihaknya belum mendapati adanya penumpang yang terindikasi terpapar virus Nipah. Namun, pengawasan tetap diperketat mengingat tingginya mobilitas masyarakat antarnegara yang berpotensi membawa penyakit menular lintas batas.

“Kami memang belum menemukan kasus terindikasi Nipah, tetapi kewaspadaan tetap maksimal. Penjagaan terus kami lakukan tanpa henti untuk memastikan masyarakat tetap aman,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita