Mengenal Gangguan Tidur Somnabulisme
- 08 Mar 2026 14:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Somnabulisme atau berjalan saat tidur merupakan salah satu gangguan tidur yang terjadi ketika seseorang melakukan aktivitas seperti berjalan atau bergerak saat masih dalam kondisi tidur. National Health Service menjelaskan bahwa kondisi ini termasuk dalam kelompok gangguan tidur yang disebut parasomnia.
Dilansir dari National Health Service, somnabulisme umumnya terjadi pada fase tidur dalam atau deep sleep. Pada kondisi ini, seseorang dapat bangun sebagian dari tidurnya dan melakukan aktivitas seperti berjalan di sekitar ruangan tanpa benar-benar sadar.
Gangguan ini lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Namun dalam beberapa kasus, somnabulisme juga dapat dialami orang dewasa terutama ketika mengalami kelelahan, stres, atau gangguan pola tidur.
Saat episode somnabulisme terjadi, seseorang biasanya memiliki mata terbuka tetapi tampak bingung dan sulit diajak berkomunikasi. Mereka juga sering tidak mengingat kejadian tersebut setelah kembali tidur atau ketika sudah bangun di pagi hari.
Menurut NHS, sebagian besar kasus somnabulisme tidak berbahaya dan dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Namun risiko cedera tetap dapat terjadi apabila penderita berjalan ke tempat berbahaya atau keluar dari rumah tanpa pengawasan.
Beberapa faktor diketahui dapat memicu somnabulisme, seperti kurang tidur, demam, stres emosional, konsumsi alkohol, atau penggunaan obat tertentu yang memengaruhi sistem saraf.
Penanganan somnabulisme biasanya berfokus pada menjaga kualitas tidur dan menghindari pemicu. Dalam kasus tertentu, tenaga kesehatan dapat menyarankan terapi atau pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada gangguan tidur lain yang menyertai.
Para ahli juga menyarankan agar lingkungan tidur dibuat aman bagi penderita somnabulisme, misalnya dengan mengunci pintu atau menyingkirkan benda berbahaya, sehingga risiko cedera saat episode berjalan dalam tidur dapat diminimalkan.