Apa Sih Hedonic adaptation?
- 13 Mar 2026 13:31 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pernahkah anda merasakan moment bahagia seperti naik gaji, promosi jabatan, mobil baru, Hp baru, atau mendapatkan pencapaian yang besar, namun kebahagian itu tidak bertahan lama dan perlahan menghilang? Jika iya, mungkin kamu sedang mengalami Hedonic adaptation.
Mengutip dari laman popmama.com, Hedonic adaptation atau dikenal juga dengan Treadmill Hedonik adalah istilah psikologi, kondisi dimana psikologis seseorang berubah dengan cepat pada emosi negatif atau positif. Misalnya, setelah mendapatkan hal yang sangat diinginkan, kita memang merasa sangat bahagia, namun kebahagiaan itu seringkali tidak bertahan lama.
Setelah beberapa waktu, sensasi bahagia itu menghilang dan kita melihat hal baru itu biasa saja. Hedonic adaptation merupakan kondisi psikologis dimana seseorang cenderung kembali ke tingkat kebahagiaan yang stabil, meskipun mengalami perubahan besar dalam hidup, baik itu perubahan positif maupun negatif. Kondisi psikologis ini membuat kita merasa seolah-olah harus terus membeli sesuatu yang baru, mengejar target berikutnya, atau memperbaiki sesuatu yang sudah baik.
Padahal, pencapaian yang kita bayangkan akan membawa kebahagiaan jangka panjang ternyata hanya memberikan efek sementara. Ada beberapa cara untuk mengurangi efek hedonic adaptation antara lain : Memastikan hidup berisi berbagai sumber kesenangan, Buat variasi kesenangan agar selalu terasa baru,
Luangkan waktu untuk hobi, Sediakan waktu untuk orang lain, Nikmati pengalaman positifmu, Catat pengalaman positif dalam jurnal syukur dengan menuliskan tiga hal menyenangkan setiap hari agar kamu lebih menghargai kebahagiaan kecil, luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan suasana hati dan lakukan aktivitas yang membuatmu senang atau mencoba sesuatu yang baru.
Kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari seberapa besar kenikmatan yang kita dapatkan, tetapi dari bagaimana kita bisa mengelola hidup kita dengan baik. Dengan menyadari dan mengatasi hedonic adaptation, kita bisa lebih menikmati hidup tanpa harus terus-menerus mengejar sesuatu yang tidak ada habisnya.