Menikmati Kelezatan Bothok Ontong yang Mulai Langka
- 11 Mar 2026 06:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Di tengah gempuran makanan cepat saji, kuliner tradisional tetap punya tempat istimewa di hati pecintanya. Salah satu primadona "ndeso" yang tak lekang oleh waktu adalah Bothok Ontong atau bunga pisang.
Meski sering dianggap limbah kebun, di tangan terampil warga pedesaan, jantung pisang ini disulap menjadi sajian bertekstur empuk dengan rasa gurih pedas yang nagih. Banyak yang terkejut saat pertama kali mencicipi Bothok Ontong.
Tekstur bunga pisang yang sudah diolah seringkali menyerupai serat daging ayam atau empal. Kuncinya terletak pada proses pengolahan awal.
"Ontong yang enak itu pakai pisang kepok atau pisang kluthuk. Biar tidak sepat, harus direbus dulu sampai empuk dengan sedikit garam sebelum dicampur bumbu," kata Ning Ami salah satu pembuat bothok tradisional.
Ciri khas Bothok Ontong terletak pada bumbunya yang meresap sempurna. Dibungkus daun pisang dan dikukus, aroma harumnya langsung menusuk hidung saat bungkusnya dibuka.
Berikut adalah komponen utama yang membuat hidangan ini istimewa:
Kelapa Parut: Menggunakan kelapa yang masih muda (kemayu) untuk rasa manis alami.
Rempah Dasar: Bawang merah, bawang putih, cabai, kencur, dan daun jeruk.
Pelengkap: Biasanya ditambah dengan teri, lamtoro (petai cina), atau tempe semangit untuk menambah kedalaman rasa.
Bukan sekadar enak, Bothok Ontong juga dikenal sehat. Bunga pisang mengandung mineral penting seperti magnesium, zat besi, dan serat yang tinggi. Cocok bagi mereka yang ingin menikmati hidangan lezat namun tetap menjaga kadar kolesterol.
Hidangan ini paling nikmat disantap selagi hangat dengan sepiring nasi jagung atau nasi putih hangat, ditemani rempeyek teri atau kerupuk.