Lentho Surabaya: Jajanan Legendaris yang Tetap Eksis
- 14 Mar 2026 12:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Jika berbicara tentang kuliner Surabaya, pikiran kita pasti langsung tertuju pada Rujak Cingur atau Lontong Balap. Namun, ada satu komponen kecil yang memegang peranan vital dalam harmoni rasa kuliner tersebut: Lentho.
Meski penampilannya sederhana bulat lonjong berwarna cokelat keemasan gorengan berbahan dasar kacang tholo ini tetap menjadi primadona warga Kota Pahlawan hingga saat ini. Berbeda dengan bakwan atau tahu isi, lentho memiliki tekstur yang unik.
Bagian luarnya super renyah (kriuk), sementara bagian dalamnya tetap empuk dengan sensasi butiran kacang tholo yang gurih. "Lentho itu nyawanya Lontong Balap. Kalau nggak ada lentho, rasanya seperti ada yang hilang," ujar Ning Siti, salah satu penjual kuliner legendaris di kawasan Bumi Indah, Surabaya, Sabtu, 14 Maret 2026.
Menurutnya, rahasia lentho yang enak terletak pada campuran bumbu rempah seperti kencur, daun jeruk, dan cabai yang pas. Dulu, lentho hampir selalu ditemukan berenang di dalam kuah kaldu. Namun kini, tren mulai bergeser. Banyak kedai kopi lokal dan sentra PKL di Surabaya yang menyajikan lentho sebagai camilan mandiri pendamping kopi sore.
Beberapa keunggulan Lentho Surabaya yang membuatnya tetap dicari:
Bahan Alami: Terbuat dari singkong parut dan kacang tholo tanpa banyak pengawet.
Rasa Otentik: Perpaduan pedas, gurih, dan aroma kencur yang kuat.
Harga Merakyat: Biasanya dibanderol mulai dari Rp1.000 hingga Rp2.500 per biji.
Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Surabaya, ada cara "pro" untuk menikmati gorengan satu ini:
Cocol Petis: Mintalah petis udang khas Jawa Timur sebagai cocolan.
Lalapan Cabai Rawit: Gigit cabai rawit hijau untuk sensasi pedas yang meledak.
Kondisi Hangat: Lentho paling nikmat disantap sesaat setelah diangkat dari penggorengan agar tekstur crunchy-nya maksimal.
Di tengah gempuran croffle atau korean street food, lentho membuktikan bahwa cita rasa lokal yang jujur akan selalu punya tempat di hati (dan perut) masyarakat Surabaya.