ASIDEWI Luncurkan Learning Center Perkuat Desa Wisata Mojokerto
- 29 Jan 2026 21:31 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Mojokerto - Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) meluncurkan ASIDEWI Learning Center sekaligus mengukuhkan kepengurusan ASIDEWI Learning Center Kabupaten Mojokerto periode 2026–2028. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan jejaring lintas lembaga dalam pengembangan desa wisata di Indonesia.
Ketua Umum ASIDEWI Andi Yuwono menegaskan, kolaborasi antarpihak menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan industri pariwisata yang sangat rentan terhadap perubahan kondisi eksternal, seperti cuaca ekstrem dan dinamika ekonomi.
"Karena itu, kerja sama antara lembaga menjadi kebutuhan mendesak agar desa wisata tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan," ujar Andi Yuwono di Pendopo Yayasan Bimasakti Peduli Negeri, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis 29 Januari 2026.
Sebagai wujud konkret kolaborasi tersebut, ASIDEWI bersama mitra mendirikan ASIDEWI Learning Center Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia desa wisata nasional. Pusat pembelajaran ini menerapkan metode terpadu melalui kombinasi teori di kelas dan praktik langsung di desa-desa wisata sekitar Pacet, Mojokerto, dengan pendekatan learning by doing.
Wisata Desa Sumbergempong milik Bumdes Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dokumen/Sumbergempong.id))
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra mengapresiasi peluncuran ASIDEWI Learning Center di wilayahnya. Menurut dia, keberadaan ASIDEWI sangat strategis dalam memberikan panduan dan pendampingan bagi desa-desa yang memiliki potensi wisata.
"Kami berharap ASIDEWI dapat memberikan panduan dan bimbingan kepada desa-desa agar ke depan menjadi lebih mandiri," ujar Gus Barra.
Ia menambahkan, Kabupaten Mojokerto memiliki keragaman potensi wisata, mulai dari alam, religi, budaya, hingga sejarah, yang perlu dipetakan dan dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing desa.
"Kalau unggul di alam, maka dikembangkan sebagai desa wisata alam. Kalau sejarah atau budaya, maka fokus di situ," katanya.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra berikan sambutan dalam acara Launching Asosiasi desa wisata (ASIDEWI) Learning Center dan pengukuhan ASIDEWI Kabupaten Mojokerto periode 2026 - 2028 di Pendopo Yayasan Bimasakti Peduli Negeri, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis, (29/1/2026) (Foto: RRI/Andri Santoso).
Ketua Yayasan Bimasakti Peduli Negeri Suroto menyatakan, pihaknya memiliki visi yang sejalan dengan ASIDEWI, khususnya dalam mendorong kemandirian desa melalui penguatan kapasitas masyarakat.
"ASIDEWI satu visi dengan kami, yaitu berdikari secara sosial dan pendidikan. Karena itu, kami mendukung ASIDEWI Learning Center sebagai pusat pembelajaran pariwisata desa," ujar Suroto.
Ia menilai, potensi wisata sejarah Mojokerto, khususnya warisan Kerajaan Majapahit, memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan sebagai magnet pariwisata nasional hingga internasional.
"Kita pun menyatakan kesiapan berkolaborasi dalam pengembangan wisata desa, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat," tegasnya.