Meneladani Kisah Nabi Muhammad SAW saat Berpuasa
- 28 Feb 2026 14:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Umat Islam di seluruh dunia menunaikan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan dan pengendalian diri. Dalam sejarah Islam, terdapat banyak kisah keteladanan Muhammad SAW saat menjalankan ibadah puasa, baik di bulan Ramadan maupun puasa sunnah di hari-hari lainnya.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Namun juga sarana memperkuat kesabaran, empati, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Kebiasaan Nabi Saat Sahur
Rasulullah SAW dikenal tidak pernah meninggalkan sahur. Dalam hadis riwayat Anas bin Malik RA, disebutkan bahwa Nabi menganjurkan umatnya untuk bersahur karena terdapat keberkahan di dalamnya. Bahkan, sahur beliau sering dilakukan mendekati waktu fajar.
Menu sahur Nabi tergolong sederhana, seperti kurma dan air. Kesederhanaan ini menjadi teladan bahwa keberkahan puasa tidak bergantung pada kemewahan makanan.
Menyegerakan Berbuka
Dalam berbagai riwayat hadis yang dihimpun oleh Muhammad al-Bukhari dalam kitab Sahih al-Bukhari, Rasulullah SAW menganjurkan agar umat Islam menyegerakan berbuka ketika matahari telah terbenam. Nabi biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah).
Jika tidak ada, maka dengan kurma kering, dan jika tidak tersedia juga, cukup dengan air. Kebiasaan ini menunjukkan keseimbangan antara kesederhanaan dan kesehatan.
Tetap Dermawan Saat Berpuasa
Bulan Ramadan juga dikenal sebagai bulan kedermawanan. Dalam riwayat yang disampaikan oleh Abdullah ibn Abbas RA, Rasulullah SAW disebut sebagai sosok yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat pada bulan Ramadan. Hal ini menjadi pengingat bahwa puasa tidak hanya berdimensi spiritual pribadi, tetapi juga sosial.
Puasa Sunnah Nabi
Selain Ramadan, Nabi Muhammad SAW juga rutin melaksanakan puasa sunnah, seperti puasa Senin dan Kamis. Dalam hadis riwayat Muslim ibn al-Hajjaj yang dihimpun dalam Sahih Muslim, Rasulullah menyebutkan bahwa amal perbuatan manusia diangkat pada hari Senin dan Kamis, sehingga beliau senang dalam keadaan berpuasa.
Teladan Kesabaran dan Akhlak
Meski menghadapi berbagai ujian dan tantangan, Rasulullah SAW tetap menjaga akhlaknya saat berpuasa. Nabi mengajarkan agar orang yang berpuasa tidak berkata kasar atau membalas keburukan, melainkan mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”Nilai kesabaran, pengendalian diri, dan kepedulian sosial inilah yang menjadi esensi puasa sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW. (Agung TN)
Referensi:
- Sahih al-Bukhari - Imam al-Bukhari.
- Sahih Muslim - Imam Muslim.
- Ar-Raheeq Al-Makhtum - Safiur Rahman al-Mubarakpuri.