Ini Fakta Unik di Balik Jaket Denim
- 03 Mar 2026 14:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Jaket denim pertama kali diciptakan oleh Levi Strauss pada tahun 1880-an sebagai pakaian kerja yang tahan banting bagi para buruh tambang dan rel kereta api. Desain awalnya dikenal dengan sebutan ‘Triple Pleat Blouse’ yang memiliki lipatan khas di bagian depan untuk memberikan ruang gerak lebih bagi pemakainya.
Pada awalnya, jaket ini dibuat menggunakan material denim yang sangat kaku dan berat agar tidak mudah sobek saat terkena gesekan material kasar. Penggunaan paku keling (rivets) pada bagian saku menjadi inovasi kunci yang memperkuat konstruksi jaket sehingga mampu bertahan dalam kondisi ekstrem.
Memasuki era 1950-an, dilansir dari situs Heddels, jaket denim bertransformasi menjadi simbol pemberontakan pemuda setelah dipopulerkan oleh bintang film ikonik seperti James Dean. Popularitasnya di layar lebar mengubah persepsi masyarakat dari sekadar baju kerja menjadi seragam gaya hidup yang melambangkan kebebasan.
Salah satu fakta unik yang jarang diketahui adalah bahwa warna biru indigo pada denim awalnya dipilih karena sifatnya yang mampu menyembunyikan noda kotoran dengan sangat baik. Seiring berjalannya waktu, efek luntur atau fading pada warna tersebut justru menjadi nilai estetika yang sangat dicari oleh para kolektor vintage.
Kini, jaket denim telah berevolusi menjadi fashion item lintas generasi yang tidak pernah lekang oleh waktu di seluruh dunia. Fleksibilitasnya dalam dipadupadankan membuat jaket ini tetap menjadi pilihan utama bagi siapa saja yang ingin tampil kasual namun tetap berkelas. (LPU_Aldi)