Solo Technopark Gandeng Perusahaan Belanda Cetak Talenta AI Global

  • 10 Mar 2026 09:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Solo Technopark (STP) kembali menggelar program tahunan bertajuk Solo Techno On Ramadan yang kali ini fokus pada pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Salah satu agenda utamanya yakni AI Automation Hackathon yang berkolaborasi dengan perusahaan asal Belanda, Helden Inc.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Senin, 9 Maret 2026, ini bertujuan untuk mencari solusi digital atas berbagai tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan internasional melalui kreativitas talenta muda lokal.

Kepala Divisi Inkubator Bisnis dan Teknologi Solo Technopark, Abed Nego Danu Setyawan, menjelaskan program ini merupakan jembatan bagi para mahasiswa dan pegiat IT untuk mencicipi pengalaman industri skala global. Para peserta ditantang menjadi problem solver bagi kasus-kasus nyata dari perusahaan di luar negeri.

Selain kompetisi, output yang sangat dinantikan adalah peluang magang atau internship langsung di perusahaan mitra bagi peserta yang berhasil menciptakan produk solusi yang inovatif dan sesuai standar.

"Hackathon ini menjadi jembatan kompetisi talenta kita dengan industri internasional, di mana mereka bisa berdiskusi langsung dengan perusahaan asing. Kami juga tengah menegosiasikan adanya pelatihan khusus untuk menyiapkan SDM kelas Eropa karena standar pekerja di sana memang cukup berbeda," ujar Abed Nego Danu Setyawan saat ditemui rri.co.id, di Solo Technopark, Senin, 9 Maret 2026.

Tingginya minat peserta terlihat dari membludaknya jumlah pendaftar yang hadir secara luring di kawasan STP. Meskipun kuota awal hanya disediakan untuk 50 peserta offline, panitia terpaksa menambah puluhan kursi tambahan karena banyaknya anak muda dari kalangan mahasiswa hingga pekerja lepas yang ingin terlibat.

Hal ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya penguasaan teknologi digital, khususnya otomasi AI, sudah sangat merata di kalangan Generasi Z di Surakarta dan sekitarnya.

Langkah ini juga dipandang sebagai solusi untuk menyeimbangkan kompetensi teknis tradisional yang selama ini menjadi keunggulan Solo Technopark. Jika sebelumnya STP dikenal dengan pelatihan mekanik dan pengelasan (welding), kini penguatan pada sektor soft skills dan digitalisasi menjadi fokus baru. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem talenta yang lengkap, sehingga pemuda Solo memiliki daya saing tinggi tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di kancah internasional.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Helden Inc. yang telah membuka peluang karir global bagi talenta digital Surakarta. Menurutnya, Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen penuh untuk mendorong akselerasi sumber daya manusia yang berbasis pada perkembangan teknologi masa kini. Transformasi digital menjadi pilar penting di samping pelestarian sejarah dan budaya dalam memajukan identitas Kota Solo sebagai kota modern yang kompetitif.

"Digitalisasi dan globalisasi menuntut standar kompetensi yang sudah bersifat internasional, bukan lagi sekadar lokal. Kami berharap para peserta memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin karena jika hasilnya memuaskan, mereka bisa langsung diserap oleh perusahaan internasional," kata Astrid Widayani. (Dania)

Rekomendasi Berita