Puasa Diyakini Bantu Jaga Kesehatan Mental

  • 13 Mar 2026 10:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Ibadah puasa tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan mental seseorang. Puasa dinilai mampu membantu seseorang mengendalikan emosi, menata pikiran, serta menghadirkan ketenangan batin.

Praktisi psikologi, Hening Widyastuti, mengatakan secara ilmiah puasa juga memengaruhi proses kimiawi di dalam tubuh, khususnya pada sistem saraf di otak. Proses tersebut dapat memicu munculnya hormon yang berkaitan dengan perasaan tenang dan bahagia.

“Dengan puasa terjadi proses kimiawi di otak yang menghasilkan hormon serotonin yang berkaitan dengan ketenangan batin, dan endorfin yang memengaruhi suasana hati,” kata Hening Widyastuti dalam dialog Jagongan Pro 4 RRI Surakarta pada Rabu, 11 Maret 2026.

Menurutnya, hormon-hormon tersebut membantu seseorang menjadi lebih tenang dan mampu mengendalikan emosi. Kondisi ini membuat seseorang lebih mampu mengelola stres serta menghadapi berbagai persoalan hidup dengan lebih baik.

“Ketika hati lebih tenang, emosi juga lebih mudah dikendalikan. Puasa secara tidak langsung membantu kita meminimalkan ledakan emosi dan lebih mampu mengelola stres,” ujarnya.

Selain faktor biologis, puasa juga memperkuat hubungan spiritual seseorang dengan Tuhan. Hening menjelaskan bahwa meningkatnya aktivitas ibadah selama Ramadan membuat seseorang merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta.

“Konektivitas spiritual itu semakin kuat. Saat seseorang merasa lebih dekat dengan Tuhan, biasanya batinnya juga menjadi lebih tenang dan pikirannya lebih jernih,” katanya.

Ia menambahkan, ketenangan batin tersebut juga berdampak pada kesehatan fisik. Menurutnya kondisi jiwa yang tenang dapat membantu tubuh lebih kuat menghadapi berbagai penyakit.

“Kalau jiwa kita tenang dan bahagia, tubuh juga ikut merespons. Banyak penyakit yang sebenarnya dipicu oleh pikiran dan tekanan batin,” ujarnya.

Hening menilai puasa juga dapat menjadi sarana “detoks mental” di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan. Melalui puasa, seseorang belajar menahan diri, mengelola emosi, serta melatih kekuatan batin.

“Puasa itu seperti terapi. Ketika seseorang mampu memaknai proses puasa dengan baik, batinnya akan lebih kuat dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan hidup,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbaiki kesehatan mental sekaligus meningkatkan kualitas spiritual. Dengan begitu, puasa tidak hanya menjadi ibadah fisik, tetapi juga sarana menata hati dan pikiran. (Hil)

Rekomendasi Berita