Diet Pasien Jantung harus Disesuaikan Jenis Penyakit
- 13 Mar 2026 11:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pola makan memiliki peran penting dalam pengendalian penyakit jantung. Namun, penerapan diet bagi pasien jantung tidak bisa disamaratakan karena harus menyesuaikan dengan jenis penyakit yang dialami pasien.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS UNS, Dr. Habibi Arifianto, dr., SpJP (K)., M.Kes menjelaskan bahwa penyakit jantung memiliki berbagai jenis, seperti gangguan irama, penyakit jantung koroner, penyakit katup, hingga gagal jantung. Oleh karena itu, pasien perlu mengetahui terlebih dahulu jenis penyakit yang dialami sebelum menentukan pola diet yang tepat.
“Pada dasarnya diet untuk pasien jantung itu berbeda-beda, tergantung penyakitnya. Kita harus tahu dulu pasien tersebut memiliki penyakit jantung yang seperti apa,” ujar Dr. Habibi dalam program Obrolan Astacita Pro 4 RRI Surakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menambahkan, selain jenis penyakit, faktor risiko juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Faktor risiko tersebut di antaranya diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, serta kebiasaan merokok yang dapat memperburuk kondisi kesehatan jantung.
Menurutnya, prinsip diet bagi pasien jantung juga berkaitan dengan faktor risiko yang dimiliki. Misalnya pada pasien jantung koroner yang memiliki diabetes, maka konsumsi makanan manis harus dikurangi. “Semua yang mengandung berbagai macam gula sebaiknya dikurangi atau dihindari, terutama jika pasien memiliki diabetes,” katanya.
Sementara itu, bagi pasien yang memiliki hipertensi, asupan garam perlu dibatasi. Makanan asin seperti kerupuk, gorengan, dan makanan tinggi natrium lainnya dapat menyebabkan tekanan darah sulit dikendalikan.
Dr. Habibi juga menyarankan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi makanan yang baik bagi kesehatan jantung, seperti ikan laut yang kaya omega-3, sayur-sayuran, buah-buahan, serta kacang-kacangan. “Ikan laut segar mengandung omega-3 yang baik untuk jantung, apalagi jika diolah dengan cara dibakar, dikukus, atau dipanggang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pasien jantung masih diperbolehkan mengonsumsi kopi, namun dalam jumlah terbatas. “Kopi hitam sebenarnya tidak masalah, tetapi disarankan maksimal satu hingga dua cangkir sehari,” ucapnya.
Di akhir dialog, Dr. Habibi mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mengetahui kondisi tubuh. Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol dapat membantu masyarakat mengontrol faktor risiko penyakit jantung sejak dini.
“Cek tensi, cek gula darah, dan cek kolesterol secara rutin. Dengan begitu kita bisa tahu kondisi kesehatan dan bisa segera mengontrolnya sebelum muncul masalah jantung,” kata Dr. Habibi. (Hil)