Emping Melinjo, Camilan Tradisional Khas Lebaran

  • 09 Mar 2026 14:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Emping adalah camilan tradisional Indonesia yang terbuat dari biji melinjo. Bahan utama emping berasal dari tanaman melinjo yang banyak tumbuh di daerah tropis. Di Indonesia, melinjo sering diolah menjadi berbagai makanan.

Langkah pertama dalam membuat emping adalah menyiapkan biji melinjo yang sudah tua. Pilih biji yang berkualitas baik agar hasil emping renyah dan gurih. Setelah itu, cuci bersih biji melinjo untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

Tahap berikutnya adalah menyangrai biji melinjo hingga kulit luarnya mudah dikupas. Proses sangrai biasanya menggunakan api sedang agar biji tidak gosong. Melinjo di sangrai dengan pasir.

Setelah cukup panas, kupas kulit kerasnya dan ambil bagian bijinya saja. “Saat mengsangrai melinjo jangan terlalu panas, dan melinjo tidak matang didalamnya," kata Wiji salah satu pembuat melinjo.

Biji melinjo yang sudah dikupas kemudian dipipihkan satu per satu. Proses pemipihan biasanya dilakukan dengan cara ditumbuk atau dipukul menggunakan alat khusus seperti batu halus. Pastikan biji dipipihkan hingga tipis agar emping bisa matang merata saat digoreng.

Setelah dipipihkan, emping mentah dijemur di bawah sinar matahari. Proses penjemuran ini bertujuan untuk mengurangi kadar air agar emping tahan lama. Jemur hingga emping benar-benar kering dan tidak lembap.

Jika emping sudah kering, simpan dalam wadah kedap udara sebelum digoreng. Saat akan disajikan, goreng emping dalam minyak panas hingga mengembang dan berwarna keemasan. Angkat dan tiriskan agar minyaknya berkurang.

Emping yang sudah matang bisa diberi tambahan rasa seperti asin, manis, atau pedas sesuai selera. Camilan ini cocok disajikan sebagai pelengkap hidangan atau teman santai bersama keluarga. Dengan proses yang sederhana namun teliti, emping buatan sendiri bisa terasa lebih segar dan nikmat. (Fara LPU)

Rekomendasi Berita