Tari Ampa Wayer, Tari Pergaulan Masyarakat Sangihe
- 23 Sep 2025 23:18 WIB
- Tahuna
KBRN, Tahuna : Tarian ampa wayer sebagai tari pergaulan masyarakat Sangihe, awal mula tarian itu pada masa pemerintahan Jepang. Hal ini dikatakan pelatih tari ampa wayer Martinus Makitulung, S.Pd dalam acara Waroeng Bacirita, (20/9/2025).
“Tapi sebelum Tari Ampa Wayer, ada tarian yaitu Dansa,” ujarnya.
Martinus Makitulung menjelaskan untuk tari dansa bertepatan dengan adanya tentara sekutu yang menyerang Indonesia. Sedangkan di masa itu masyarakat melarang dansa di Sangihe, maka tentara Jepang mengganti dengan ampa wayer.
“Ampa wayer itu artinya ketika mereka sejak pagi hingga sore dengan pesawat terbang mengamati tempat di mana ada musuh, sorenya mereka rekreasi, melakukan gerakan tangan seperti pesawat terbang menukik, naik-turun,” katanya.
Tari Ampa Wayer ada di Sangihe sejak tahun 1944. Disebut tari ampa wayer merujuk pada baling-baling pesawat. Dimana di masa itu masyarakat Sangihe masih jarang melihat pesawat terbang. Sedangkan tarian pergaualan anak-anak muda masyarakat Sangihe saling mengelilingi, maka tari ini akhirnya berkembang dan di sebut tarian ampa wayer dijadikan tarian pergaulan.
“Setelah tahun 50-an, tarian ini sudah mulai di lombakan, kenapa juga akhirnya punya musik karena musik yang tadinya mengiringi Dansa itu dialihkan ke ampa wayer,” ucapnya. (Steven)