Batik Hidup Kembali Lewat Sentuhan Fashion Generasi Muda
- 27 Okt 2025 16:24 WIB
- Tahuna
KBRN, Tahuna: Batik yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak tahun 2009, terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Kini, kain tradisional bernilai tinggi tersebut tidak hanya menjadi simbol budaya tetapi juga bagian penting dari industri fashion modern terutama di kalangan generasi muda Indonesia.
Seiring dengan tren gaya hidup dan mode yang terus berubah batik mengalami transformasi besar. Desain warna dan cara pemakaian kini lebih bervariasi menyesuaikan dengan selera anak muda yang dinamis dan kreatif.
Pakaian batik tidak lagi identik dengan acara formal tetapi juga digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti ke kampus kantor hingga kegiatan sosial.
Menurut Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, batik merupakan potensi besar dalam ekonomi kreatif nasional. “Batik adalah warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Generasi muda berperan penting dalam menjaga dan mengembangkan batik agar tetap relevan di era modern,” ujar Gumiwang.
Selain, di dunia fashion batik juga semakin populer di platform digital. Banyak kreator muda memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk batik lokal dengan gaya visual yang segar dan menarik. Kolaborasi antara pelaku UMKM dan influencer muda terbukti meningkatkan minat terhadap batik di kalangan generasi Z dan milenial.
Pemerintah pun terus mendorong pelestarian dan pengembangan batik melalui program “Gerakan Cinta Produk Lokal” serta pelatihan desain dan kewirausahaan bagi perajin muda. Di sejumlah daerah pelatihan digital marketing untuk pengrajin batik mulai digencarkan agar mereka mampu bersaing di pasar global.
Melalui kreativitas inovasi dan semangat nasionalisme batik kini tidak hanya sekadar kain tradisional tetapi juga ikon gaya hidup modern. Di tangan generasi muda batik menemukan napas baru menjadi jembatan antara warisan masa lalu dan masa depan yang penuh warna.(Riko.Tobing)