Kenali Glaukoma Sebagai Penyebab Kebutaan
- 13 Mar 2026 18:47 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Penyakit glaukoma menjadi salah satu penyebab kebutaan yang sering tidak disadari penderitanya. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Hal tersebut disampaikan Dokter Dessy Handayani Jonhar, Kepala Bidang Pelayanan Medik, Keperawatan dan Kebidanan RSUD Liunkendage Tahuna, dalam dialog interaktif di Prosatu Tahuna.
Menurut Dokter Dessy, glaukoma merupakan penyakit mata yang terjadi akibat kerusakan saraf optik yang seringkali dipicu oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan penglihatan secara bertahap hingga kebutaan permanen apabila tidak ditangani sejak dini.
“Glaukoma sering disebut sebagai silent thief of sight atau pencuri penglihatan secara diam-diam, karena pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala yang jelas,” jelasnya.
Ia menjelaskan, beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain pandangan menjadi kabur, muncul lingkaran cahaya saat melihat lampu, nyeri pada mata, sakit kepala, hingga penyempitan lapang pandang.
Dokter Dessy juga menuturkan bahwa seseorang dengan faktor risiko tertentu lebih rentan mengalami glaukoma. Faktor tersebut di antaranya usia di atas 40 tahun, riwayat keluarga dengan glaukoma, penderita diabetes, serta tekanan bola mata yang tinggi.
“Karena gejalanya sering tidak terasa di awal, maka pemeriksaan mata secara berkala sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko,” ujar Dokter Dessy.
Ia menambahkan, glaukoma memang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun kerusakan yang terjadi dapat diperlambat melalui pengobatan dan penanganan medis yang tepat.
Melalui kesempatan tersebut, Dokter Dessy mengajak masyarakat untuk tidak menyepelekan kesehatan mata dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan penglihatan.
“Deteksi dini adalah kunci untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma,” pungkasnya. (Arsitini)