Syuting TDWP 2, Anne Hathaway Banjir Nostalgia
- 04 Feb 2026 15:49 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Dua dekade sejak The Devil Wears Prada pertama kali tayang, sekuelnya akhirnya resmi digarap. Anne Hathaway kembali mengenakan sepatu Andy Sachs dan mengaku merasakan campuran nostalgia, haru, sekaligus euforia saat kembali ke dunia Runway.
Saat syuting The Devil Wears Prada 2 di Sixth Avenue, New York, Hathaway sempat merasa cukup tenang meski dikelilingi ratusan penggemar dan paparazi. Namun suasana berubah drastis ketika ia mendengar pengumuman lewat radio produksi: “Miranda Priestly is walking.”
Di momen itu, Meryl Streep—yang kembali memerankan editor legendaris Miranda Priestly—berjalan di depan Hathaway. “Melihatnya dari belakang rasanya seperti halusinasi. Saya seperti kembali berusia 22 tahun, tapi tetap berada di masa sekarang,” ujar Hathaway kepada Vogue dilansir dari situs vogue.com. Beruntung, kali ini Streep tak selalu bertahan dalam karakter, sehingga proses syuting dipenuhi tawa.
Syuting film yang disutradarai lagi oleh David Frankel ini rampung musim panas lalu. Ceritanya mengikuti kembalinya Andy ke Runway, di tengah Miranda yang harus bertahan di lanskap media baru yang penuh tantangan. Emily Charlton (Emily Blunt) kini bukan lagi asisten, melainkan eksekutif brand mewah yang memegang kunci iklan—penentu hidup-matinya Runway.
Sejumlah pemain lama ikut kembali, termasuk Stanley Tucci sebagai Nigel Kipling. “Semua yang bisa kembali, benar-benar kembali,” kata Hathaway. Bahkan ada pemain baru yang menyebut suasana reuni ini sebagai “Gay Christmas”.
Dari sisi visual, film ini tetap menjadikan fesyen sebagai bahasa utama kekuasaan. Penata busana Molly Rogers menegaskan tak ingin pakaian terasa musiman. “Kami ingin tampilan yang abadi, tidak terjebak tren cepat,” ujarnya. Miranda tampil dengan siluet tegas, bahu berstruktur, dan nuansa elegan, sementara Andy kini tampil lebih maskulin dan dewasa—mencerminkan karier jurnalistiknya yang panjang.
Emily Blunt mengaku kembali memerankan Emily terasa sangat natural. “Karakter ini seperti sarung tangan yang langsung pas,” katanya sambil tertawa. Tucci pun menyebut Nigel selalu ada dalam dirinya, terutama lewat kostum-kostum ikonis yang ia kenakan.
Dari sisi tata rias, film ini mengusung tampilan yang lebih natural dan dewasa. Tak ada kesan “Instagram look”, melainkan kulit sehat dan gaya yang jujur terhadap usia para karakternya. “Mereka perempuan dewasa, dan garis hidup justru membuat mereka cantik,” ujar penata rias Nicki Ledermann.
Antusiasme publik selama syuting pun luar biasa. Streep mengaku terkejut melihat kerumunan penggemar yang bahkan berdandan ala Miranda Priestly. “Rasanya seperti pesta,” katanya.
Film ini dijadwalkan rilis pada 1 Mei mendatang. Hathaway berharap penonton tak sekadar menonton, tapi ikut merayakan. “Saya harap orang-orang berdandan dan bersenang-senang. Pakai outfit terbaik ala Miranda Priestly dan nikmati momennya,” tutupnya.