Anak Muda, Tantangan Menjaga Lisan di Era Digital

  • 02 Mar 2026 09:51 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Era serba cepat seperti sekarang ini, menjaga lisan menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi generasi muda. Arus informasi yang deras serta kemudahan berkomunikasi melalui media sosial membuat siapa pun bisa berbicara kapan saja dan di mana saja. Namun, tanpa disadari, kata-kata yang terlontar—baik secara langsung maupun melalui layar gawai—dapat menimbulkan dampak yang besar.

Menjaga lisan bukan hanya soal menghindari kata kasar. Lebih dari itu, menjaga lisan berarti memastikan setiap ucapan memiliki nilai kebaikan dan tidak menyakiti orang lain.

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan anak muda untuk menjaga lisan:

Pertama, berpikir sebelum berbicara. Luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan apakah perkataan tersebut benar, penting, dan bermanfaat. Prinsip sederhana ini dapat mencegah kesalahpahaman maupun konflik.

Kedua, kendalikan emosi. Saat marah atau kecewa, sebaiknya hindari langsung merespons. Memberi jeda beberapa detik sebelum berbicara dapat membantu menyampaikan pesan dengan lebih tenang dan bijak.

Ketiga, bijak dalam bercanda. Tidak semua candaan dapat diterima dengan baik oleh semua orang. Hindari menjadikan fisik, latar belakang keluarga, atau kekurangan seseorang sebagai bahan humor.

Keempat, kurangi kebiasaan membicarakan keburukan orang lain. Selain dapat merusak hubungan sosial, kebiasaan tersebut juga berpotensi menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Dan yang terakhir, perbanyak ucapan positif. Kata-kata sederhana seperti dukungan, doa, dan apresiasi mampu memberikan semangat serta mempererat hubungan antarsesama.

Pendengar, di tengah dinamika kehidupan anak muda yang penuh ekspresi, menjaga lisan adalah bentuk kedewasaan. Karena pada akhirnya, karakter seseorang sering kali tercermin dari tutur katanya.

Rekomendasi Berita