Menag Dukung Pendirian Madrasah Terpadu di Aceh
- 24 Feb 2026 20:17 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Jakarta- Menteri Agama mendukung rencana pendirian madrasah terintegrasi di Provinsi Aceh. Langkah ini sebagai upaya mewujudkan sistem pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan terhubung dengan kebutuhan zaman.
Dukungan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, pada Selasa 24 Februari 2026.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penguatan pendidikan terintegrasi yang berbasis madrasah merupakan salah satu prioritas Kementerian Agama dalam membangun sumber daya manusia. Menag menegaskan bahwa konsep integrasi pendidikan menjadi kunci dalam menjawab tantangan zaman.
“Madrasah bukan hanya cukup kuat dalam transmisi ilmu keagamaan, tetapi juga harus menjadi pusat lahirnya inovasi, keterampilan, dan peradaban. Integrasi inilah yang akan menjadikan pendidikan Islam semakin relevan dan unggul,” ujarnya di sela-sela audiensi.
Menurut Menag, Aceh memiliki kekhasan historis, kultural, dan religius yang menjadikannya sangat strategis sebagai model pengembangan pendidikan Islam terintegrasi di Indonesia. Karena itu, inisiatif Pemerintah Aceh untuk membangun kawasan pendidikan terpadu dinilai sejalan dengan visi transformasi pendidikan keagamaan nasional.
Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa Kementerian Agama akan mengkaji secara teknis rencana tersebut agar dapat disinergikan dengan kebijakan nasional pengembangan pendidikan keagamaan. Ia juga membuka ruang koordinasi lintas kementerian guna memastikan dukungan regulasi, kelembagaan, dan penguatan infrastruktur pendidikan.
Pihak Pemerintah Aceh menyatakan harapan agar pembangunan kawasan madrasah terintegrasi dapat menjadi tonggak baru kebangkitan pendidikan di Serambi Mekkah. Selain meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, proyek ini juga diharapkan menjadi pusat rujukan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.
Menag menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penentu keberhasilan program strategis tersebut. “Kita ingin menghadirkan model pendidikan yang bukan hanya membangun sekolah, tetapi membangun peradaban. Aceh memiliki modal sosial dan sejarah panjang untuk menjadi contoh,” kata Menag.
Audiensi ini juga menegaskan pentingnya menjadikan madrasah sebagai ruang pembinaan generasi yang berakhlak, toleran, dan produktif, sekaligus mampu menjawab dinamika global. Dengan perencanaan matang dan dukungan semua pihak, madrasah terintegrasi diharapkan menjadi simbol transformasi pendidikan Islam Indonesia.
Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Aceh semakin solid. Langkah konkret pembangunan Madrasah Terintegrasi diharapkan menjadi tonggak baru dalam melahirkan generasi Aceh yang Islami, unggul secara akademik, dan memiliki kemandirian ekonomi pada masa depan.