China Gencar AI, Ini Rahasia Ciptakan Jutaan Pekerjaan
- 11 Mar 2026 08:04 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : China tengah berlomba mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong ekonomi terbesar kedua di dunia. Para pembuat kebijakan dan eksekutif perusahaan meremehkan kekhawatiran global bahwa teknologi ini justru bisa menghambat pekerjaan.
Prioritas Kebijakan dan Rencana Pemerintah
Rencana yang diungkapkan pada pembukaan sesi tahunan parlemen minggu lalu berfokus penuh pada AI. Ambisi ini mencakup upaya untuk mengimbangi tenaga kerja yang menua dan perlambatan ekonomi jangka panjang melalui efek "penciptaan pekerjaan" dari teknologi ini dalam lima tahun ke depan.
"Untuk saat ini, memajukan adopsi dan kemampuan AI tampaknya menjadi prioritas kebijakan yang lebih tinggi daripada secara proaktif mengatasi potensi penggantian pekerjaan," Ujar Shujing He, analis senior di konsultan Plenum dikutip dari Reuters.
Penekanan pada potensi positif AI memberikan ruang bagi pembuat kebijakan untuk merespons jika efek pasar tenaga kerja yang lebih disruptif menjadi jelas. Namun, beberapa analis skeptis terhadap optimisme Beijing.
"Otomatisasi memiliki dua dampak utama, yaitu penurunan upah dan peningkatan pengangguran di kalangan muda," Ujar Alicia Garcia-Herrero, ekonom utama Asia-Pasifik di Natixis. "Jika China tidak memperkenalkan jenis pendapatan dasar universal, populasi China tidak akan mampu mengatasi guncangan ini." dilansir dari Reuters.
Industri dan Pendidikan Beradaptasi
Mengutip dari Reuters, dalam siaran oleh CCTV milik negara, dua eksekutif di perusahaan milik negara Tiongkok mengatakan mereka mengantisipasi AI akan memicu upaya restrukturisasi besar. Namun, ketua Changan Automobile Zhu Huarong optimis bahwa dorongan AI akan mengubah industri otomotif menjadi "industri matahari terbit".
Universitas-universitas di China sudah mulai mengubah kursus mereka. ShanghaiTech University memperkenalkan "mikro-majors" AI untuk siswa agar memiliki keterampilan yang tidak dapat dengan mudah diganti oleh AI, seperti pemikiran kritis dan kreativitas.
Konteks Ekonomi dan Risiko
China berfokus pada program reskilling dan pengembangan talenta untuk beradaptasi dengan dinamika industri yang bergeser. Namun, sekitar 300 juta orang akan pensiun dalam dekade berikutnya, membebani anggaran pensiun. Target pertumbuhan GDP ditetapkan di 4,5% hingga 5%, sementara pengangguran pemuda tetap tinggi.
Narasi Media dan Kekhawatiran
Media China terus menekankan narasi: "Pelajari alat AI ini, dapatkan pekerjaan bergaji tinggi." Namun, ini mencerminkan kecemasan luas atas pekerjaan. Meskipun penggantian karyawan semata dengan AI ilegal, robotaksi dan kendaraan pengiriman otonom sudah mengancam pekerjaan.
Sumber : Reuters