Diabetes dan Puasa, Pentingnya Cek Gula
- 19 Feb 2026 09:25 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Menjalani puasa Ramadan menjadi kewajiban sekaligus ibadah yang dinantikan umat Muslim. Namun bagi penderita diabetes, puasa perlu persiapan medis yang matang. Pemeriksaan gula darah sebelum Ramadan menjadi langkah penting untuk mencegah risiko komplikasi selama berpuasa.
Sejumlah pedoman medis internasional menegaskan pentingnya skrining sebelum puasa. Dalam rekomendasi bersama International Diabetes Federation (IDF) dan Diabetes and Ramadan International Alliance (DAR), pasien diabetes dianjurkan menjalani penilaian risiko individual sebelum Ramadan. Evaluasi ini mencakup pemeriksaan kadar gula darah, riwayat hipoglikemia, serta penyesuaian terapi obat atau insulin.
Panduan IDF-DAR Practical Guidelines (edisi terbaru) menyebutkan bahwa pasien dengan diabetes yang tetap berpuasa tanpa pemantauan berisiko mengalami hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, hingga ketoasidosis diabetik. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar glukosa sebelum dan selama Ramadan sangat dianjurkan sebagai bagian dari manajemen yang aman.
Selain itu, studi besar EPIDIAR (Epidemiology of Diabetes and Ramadan) yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care menemukan adanya peningkatan signifikan kejadian hipoglikemia berat selama Ramadan pada pasien diabetes tipe 1 maupun tipe 2 yang berpuasa tanpa pengawasan ketat. Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) dalam berbagai edukasi publik menyampaikan bahwa pemeriksaan gula darah sebelum puasa bertujuan untuk menentukan apakah pasien masuk kategori risiko rendah, sedang, atau tinggi.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin-metabolik, pasien dengan kadar HbA1c tinggi atau riwayat hipoglikemia berulang sebaiknya tidak langsung memutuskan berpuasa tanpa konsultasi medis. Penyesuaian jadwal obat dan pola makan sahur-berbuka juga wajib dilakukan berdasarkan evaluasi klinis.
Siapa yang Tidak Dianjurkan Berpuasa?
Berdasarkan klasifikasi risiko IDF-DAR, kelompok berikut termasuk risiko tinggi dan sangat tinggi:
- Pasien diabetes tipe 1 dengan kontrol buruk
- Pasien dengan riwayat hipoglikemia berat dalam 3 bulan terakhir
- Ibu hamil dengan diabetes
- Pasien dengan komplikasi ginjal atau jantung serius
Pada kelompok ini, puasa dapat membahayakan kesehatan dan dianjurkan untuk tidak berpuasa.
Edukasi dan Pemantauan Jadi Kunci
Para ahli menekankan bahwa cek gula darah saat puasa tidak membatalkan puasa dan justru merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan pasien. Pemantauan dianjurkan dilakukan sebelum sahur, siang hari, dan menjelang berbuka. Kesimpulannya, puasa bagi penderita diabetes bukan hal yang mustahil, tetapi harus melalui evaluasi medis terlebih dahulu. Pemeriksaan gula darah sebelum Ramadan bukan sekadar formalitas, melainkan langkah ilmiah berbasis bukti untuk memastikan ibadah tetap aman dan kesehatan tetap terjaga.