Lepat Gayo, Kue Tradisional Warisan Budaya
- 10 Okt 2025 10:34 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Lepat Gayo merupakan salah satu kue tradisional khas masyarakat dataran tinggi Gayo di Aceh yang memiliki cita rasa manis dan gurih, serta nilai budaya yang mendalam. Kue ini terbuat dari campuran tepung ketan, kelapa parut, dan gula merah yang dibungkus dengan daun pisang muda, kemudian dikukus hingga matang. Teksturnya yang lembut dan kenyal menjadikan lepat sangat digemari oleh masyarakat, terutama saat bulan Ramadhan dan hari raya.
Dalam proses pembuatannya, tepung ketan diisi dengan campuran kelapa parut dan gula merah, lalu dibungkus rapi dengan daun pisang yang telah dioles minyak agar tidak lengket. Setelah dikukus, aroma wangi daun pisang berpadu dengan manisnya gula merah dan gurihnya kelapa, menghasilkan cita rasa khas yang sulit dilupakan. Lepat Gayo biasanya disajikan bersama secangkir kopi panas khas Gayo, menjadikannya perpaduan sempurna untuk dinikmati bersama keluarga.
Lebih dari sekadar makanan, Lepat Gayo memiliki makna sosial dan simbolik yang kuat. Tradisi membuat lepat sering dilakukan secara gotong royong oleh anggota keluarga menjelang bulan Ramadhan, Idul Fitri, atau Idul Adha. Kegiatan ini mencerminkan nilai kebersamaan, solidaritas, dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas masyarakat Gayo. Selain itu, ada kepercayaan bahwa menyajikan lepat pada hari besar merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah tiada.
Sebagai warisan kuliner turun-temurun, Lepat Gayo tidak hanya memperkaya khazanah kuliner tradisional Aceh, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat dataran tinggi yang menjunjung tinggi kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.