Tari Saman, Warisan Budaya Dunia dari Gayo

  • 08 Okt 2025 16:54 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon: Tari Saman, tarian tradisional asal Tanah Gayo, Aceh Tengah, terus menjadi kebanggaan Indonesia di kancah nasional maupun internasional. Tarian yang dikenal dengan gerakan cepat, kompak, dan penuh makna ini bukan hanya simbol seni pertunjukan, tetapi juga lambang persatuan dan kekuatan masyarakat Gayo.

Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Syaman, seorang ulama yang berasal dari Gayo Aceh Tenggara.

Baca: Tari Saman: Warisan Harmoni dari Aceh yang Mendunia

Dikenal dengan sebutan “Tari Seribu Tangan”, Saman biasanya ditampilkan oleh belasan hingga puluhan penari pria yang duduk berbaris rapat. Gerakan tangan, kepala, dan tubuh yang selaras diiringi syair-syair nasihat dalam bahasa Gayo menjadikan pertunjukan ini penuh energi dan spiritualitas.

Selain sebagai hiburan, Tari Saman juga mengandung nilai pendidikan, kebersamaan, dan dakwah. Gerakan serempak para penari menggambarkan pentingnya kerja sama dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Bupati Gayo Lues Pimpin Saman Massal Semarakkan Kemerdekaan

Pada tahun 2011, UNESCO telah menetapkan Tari Saman sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia yang memerlukan perlindungan mendesak. Sejak itu, berbagai upaya pelestarian terus dilakukan oleh pemerintah daerah Aceh Tengah, sanggar seni, dan komunitas muda Gayo. Festival Saman juga rutin digelar di berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri.


Rekomendasi Berita