Tari Dodogeran Cerminkan Keberagaman Bekasi

  • 07 Mar 2026 06:00 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Kota Bekasi, Jawa Barat, memiliki beragam kekayaan seni budaya yang mencerminkan kehidupan masyarakatnya yang majemuk. Salah satu kesenian yang menjadi identitas daerah tersebut adalah Tari Dodogeran, sebuah tarian kreasi yang menggambarkan keberagaman budaya dan semangat kebersamaan warga Bekasi.

Tari Dodogeran diciptakan oleh seniman tari Eem Biliyanti sebagai bentuk representasi kehidupan sosial masyarakat Bekasi yang terdiri dari berbagai latar belakang budaya dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Bekasi. Melalui gerakan, musik, hingga kostumnya, tarian ini menampilkan perpaduan unsur budaya Betawi, Sunda, dan Tionghoa yang telah lama hidup berdampingan di wilayah tersebut.

Perpaduan budaya tersebut tampak jelas dalam ragam gerak tariannya. Beberapa gerakan mengadopsi unsur silat dan gerakan pakblang dari budaya Sunda. Sementara itu variasi gerak rapet nindak mencerminkan karakter tari Betawi yang dinamis. Sentuhan budaya Tionghoa juga terlihat pada penggunaan kostum dan aksesoris yang menambah kekayaan visual dalam pertunjukan.

Tari Dodogeran dikenal dengan gerakannya yang lincah, ceria, dan ekspresif. Pola geraknya relatif sederhana sehingga mudah dipelajari oleh berbagai kalangan termasuk pelajar. Karena sifatnya yang atraktif, tarian ini kerap dipentaskan secara massal dalam berbagai kegiatan baik acara sekolah maupun festival budaya.

Busana para penari umumnya didominasi warna-warna cerah seperti kuning, merah, dan merah muda. Paduan warna tersebut diperkaya dengan aksesoris khas daerah yang menambah kesan enerjik dan meriah pada penampilan tari.

Tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, Tari Dodogeran juga membawa pesan penting tentang toleransi dan persatuan dalam keberagaman. Melalui seni tari ini, masyarakat Bekasi menunjukkan bahwa perbedaan budaya dapat menjadi kekuatan yang menyatukan.

Hingga kini, Tari Dodogeran rutin ditampilkan dalam berbagai perayaan dan agenda kebudayaan di Kota Bekasi sebagai simbol keharmonisan masyarakat multietnis yang hidup di daerah tersebut.

Rekomendasi Berita